SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Pembelajaran Menggunakan Model Learning Cycle dan Diagram Alir untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang pada Konsep Stoikhiometri Larutan dan Larutan Penyangga

Kartini .

Abstrak


iii
ABSTRAK
Kartini. 2007. Keefektifan Pembelajaran Menggunakan Model Learning Cycle
dan Diagram Alir untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA
Laboratorium Universitas Negeri Malang pada Konsep Stoikhiometri
Larutan dan Larutan Penyangga
Kata kunci: learning cycle, diagram alir, hasil belajar, stoikhiometri larutan,
larutan penyangga
Konsep Stoikhiometri Larutan dan Larutan Penyangga merupakan konsep
yang banyak melibatkan perhitungan matematika dan berkaitan erat dengan
konsep-konsep sebelumnya sehingga siswa kesulitan untuk mempelajari. Untuk
mempermudah mempelajari konsep ini diperlukan suatu model pembelajaran
yang tepat agar siswa tertarik dan senang mempelajarinya. Model Pembelajaran
Learning Cycle merupakan Model Pembelajaran yang berorientasi pada filosofi
konstrutivistik, dengan model pembelajaran ini diharapkan siswa dapat menguasai
dan terampil membangun struktur pengetahuan secara mandiri. Harapan tersebut
diduga semakin mendekati kenyataan jika pada proses pembelajaran dipadukan
dengan Diagram alir. Karena pembelajaran model Learning Cycle dapat
melibatkan siswa dalam kegiatan belajar yang aktif sehingga terjadi proses
pengkonstruksian pengetahuan secara baik, sedang Diagram alir memuat langkahlangkah
arahan dalam penyelesaian suatu konsep yang sedang dipelajari. Dengan
demikian perpaduan pembelajaran model Learning Cycle dan Diagram alir
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui: (1) Hasil belajar ranah kognitif, siswa yang diajar dengan
menggunaan Perpaduan Model Pembelajaran Learning Cycle dan Diagram alir.
(2) Hasil belajar ranah afektif, siswa yang diajar dengan menggunaan Perpaduan
Model Pembelajaran Learning Cycle dan Diagram alir. (3) Hasil belajar ranah
psikomotorik, siswa yang diajar dengan menggunaan Perpaduan Model
Pembelajaran Learning Cycle dan Diagram alir. (4) Persepsi siswa tentang
Perpaduan Model Pembelajaran Learning Cycle dan Diagram alir.(5) Perbedaan
hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, antara kelompok siswa
yang menggunakan Perpaduan Model Pembelajaran Learning Cycle dan Diagram
alir dengan kelompok siswa yang menggunakan Model Pembelajaran Learning
Cycle.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu
(quasi experiment). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI - Program
Ilmu Alam SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran
2006/2007 sebanyak 2 kelas, sampel diambil secara random, kelas XI - Program
Ilmu Alam 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI - Program Ilmu Alam 2
sebagai kelas kontrol. Jumlah siswa masing-masing kelas terdiri dari 34 siswa,
kelas eksperimen diajar dengan pembelajaran model Learning Cycle dipadu
dengan Diagram alir, sedang kelas kontrol diajar hanya dengan pembelajaran
model Learning Cycle. Siswa kelas eksperimen maupun kelas kontrol belajar
menggunakan worksheet maupun LKS yang berisi data-data maupun pertanyaan
yang harus diisi siswa secara individu sehingga siswa dapat mengkonstruksi
pengetahuannya sendiri dan dibimbing oleh guru. Berdasarkan nilai rata-rata
iv
ulangan konsep asam-basa, kemampuan awal siswa dianggap homogen.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui langkah-langkah
sebagai berikut (1) memberikan pre test (2) melaksanakan eksperimen
pembelajaran Learning Cycle dan Diagram alir pada kelas eksperimen dan
Learning Cycle pada kelas kontrol (3) memberikan post test, (4) memberikan
angket persepsi siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian (subjektif)
yang berjumlah 10 butir soal, lembar penilaian ranah afektif dan psikomotorik
serta persepsi siswa. Dari hasil ujicoba instrumen diperoleh reliabilitas sebesar
0,70 untuk konsep Stoikhiometri Larutan dan 0,66 untuk konsep Larutan
Penyangga, kedua reliabilitas masuk dalam kategori tinggi. Validitas sebesar
93,3% untuk konsep Stikhiometri Larutan dan 91,7% untuk konsep Larutan
Penyangga (kriteria sangat tinggi). Deskripsi data dilakukan menggunakan
analisilis deskriptif menggunakan skala Likert, sedang data hasil belajar ranah
kognitif yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik ANOVA satu jalur,
dilanjutkan dengan uji-t.
Hasil pengolahan data menggambarkan hal-hal sebagai berikut: (1) hasil
belajar siswa ranah kognitif pada konsep Stokhiometri Larutan yang
menggunakan pembelajaran model Learning Cycle dipadu dengan Diagram alir
lebih baik daripada hasil belajar siswa yang hanya menggunakan pembelajaran
model Learning Cycle, (2) tidak ada perbedaan signifikan hasil belajar ranah
kognitif siswa pada konsep Larutan Penyangga antara kelompok siswa yang
menggunakan pembelajaran model Learning Cycle dipadu Diagram alir
dibandingkan dengan siswa yang hanya menggunakan pembelajaran model
Learning Cycle, (3) Hasil belajar ranah afektif siswa pada konsep Stoikhiometri
Larutan dan Larutan Penyangga yang menggunakan pembelajaran model
Learning Cycle dipadu Diagram alir lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar
siswa yang hanya menggunakan pembelajaran model Learning Cycle, (4) Hasil
belajar ranah psikomotorik siswa pada konsep Stoikhiometri Larutan dan Larutan
Penyangga yang menggunakan pembelajaran model Learning Cycle dipadu
Diagram alir lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang hanya
menggunakan pembelajaran model Learning Cycle, (5) Persepsi siswa pada mata
pelajaran kimia secara umum dan penerapan pembelajaran model Learning Cycle
dipadu Diagram alir dapat dinyatakan bahwa 85% siswa sangat setuju, (6)
Persepsi siswa pada mata pelajaran kimia secara umum dan penerapan
pembelajaran model Learning Cycle dapat dinyatakan bahwa 75% siswa setuju.
Mengacu pada hasil penelitian di atas, maka disarankan: (1) Penerapan
pembelajaran model Learning Cycle dipadu Diagram alir perlu dilanjutkan pada
konsep-konsep kimia yang lain yang banyak melibatkan operasi matematika dan
juga kegiatan laboratorium, (2) Pembelajaran model Learning Cycle dipadu
Diagram alir dapat dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan.

Teks Penuh: DOC PDF