SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Modul Materi Pokok Asam, Basa dan Garam Berdasarkan Model Pembelajaran Learning Cycle di Kelas IX Semester I SMP Negeri I Asembagus

Lovi Sandra

Abstrak


i
ABSTRAK
Sandra, Lovi. 2007. Implementasi Modul Materi Pokok Asam, Basa dan Garam
Berdasarkan Model Pembelajaran Learning Cycle di Kelas IX Semester I
SMP Negeri I Asembagus. Skripsi, jurusan Pendidikan Kimia FMIPA
Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si.,
M.Ed, (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.
Kata kunci : kurikulum 2004, sains kimia, learning cycle, belajar dengan modul.
Telah dikembangkan bahan ajar sains kimia SMP sesuai dengan kurikulum
2004. Bahan ajar tersebut telah divalidasi isi dengan tingkat valid, artinya secara isi
modul tersebut telah sesuai dengan tuntutan kurikulum. Namun, bahan ajar asam,
basa, dan garam belum diimplementasikan di kelas. Oleh karena itu, perlu
diimplementasikan bahan ajar pembelajaran sains kimia yang sesuai dengan
pendekatan konstruktivistik dengan menggunakan model pembelajaran learning
cycle yang diajarkan di kelas IX di SMP. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan keterterapan modul, mendeskripsikan hasil belajar siswa yang
menggunakan modul dibandingkan dengan pembelajaran konvensional serta
mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penggunaan modul dalam proses
pembelajaran sains kimia.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian
eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas IX SMP Negeri I Asembagus semester I tahun ajaran 2006/2007 dengan
sampel yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas IX-A (42 siswa) dan kelas IX-C (42
siswa) dan diambil dengan cara purposive. Instrumen yang digunakan adalah lembar
observasi, tes, dan angket. Analisis data terdiri dari analisis data keaktifan siswa, uji
prasyarat analisis, uji hipotesis, dan analisis data persepsi siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahan pembelajaran dengan modul dapat
meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan persentase lembar observasi siswa
untuk kelas eksperimen terdiri dari lembar observasi keaktifan siswa pada saat
diskusi 61,9% siswa sangat aktif dan 38,1% siswa aktif. Untuk lembar observasi
keaktifan siswa pada saat praktikum 78,57% siswa sangat aktif dan 21,43% siswa
aktif. Sehingga dari data tersebut kelas eksperimen sangat aktif dalam hal mengikuti
proses belajar mengajar menggunakan modul. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
thitung (2,074) > ttabel (1,664) sehingga dari data tersebut hasil belajar penggunaan
modul yang berdasarkan model pembelajaran learning cycle pada kelas eksperimen
lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan modul. Ketuntasan
belajar siswa kelas eksperimen mempunyai persentase 73,81% tuntas dan 26,19%
tidak tuntas. Sedangkan pada kelas kontrol persentase ketuntasan belajarnya sebesar
64,29% siswa tuntas dan 35,71% siswa tidak tuntas. Analisis persepsi siswa
menggunakan angket tertutup yaitu 53,13% sangat positif dan 46,81% positif, dan
angket terbuka yang terdiri dari empat pernyataan yang keseluruhannya menyatakan
modul layak sebagai media pembelajaran.

Teks Penuh: DOC PDF