SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Pemahaman Konseptual Siswa Kelas XII IPA-1 dan XII IPA-2 SMA Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2010/2011 pada Materi Aplikasi Reaksi Redoks dan Elektrokimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Febrina Nur Aini

Abstrak


ABSTRAK

 

Aini, Febrina Nur. 2011. Identifikasi Pemahaman Konseptual Siswa Kelas XII IPA-1 dan XII IPA-2  SMA Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2010/2011 pada Materi Aplikasi Reaksi Redoks dan Elektrokimia dalam Kehidupan Sehari-hari. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Drs. Effendy, M.Pd, Ph.D., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.

 

Kata kunci: pemahaman konseptual, reaksi redoks, elektrokimia

Konsep dalam ilmu kimia bersifat abstrak dan saling berkaitan, termasuk pada materi reaksi redoks dan elektrokimia. Untuk mempelajari konsep-konsep tersebut diperlukan pemahaman konseptual dan algoritmik. Hasil-hasil penelitian melaporkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam materi reaksi redoks dan elektrokimia termasuk dalam kategori rendah. Jika pemahaman siswa terhadap materi reaksi redoks dan elektrokimia rendah, hal ini akan berdampak sulitnya siswa untuk memahami aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pemahaman siswa tentang reaksi redoks, Sel Galvani, dan Sel Elektrolisis, (2) pemahaman siswa tentang aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia, (3) kesulitan siswa dalam memahami aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari, dan (4) hubungan antara pemahaman tentang reaksi redoks dan elektrokimia terhadap pemahaman tentang aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-korelasional. Populasi penelitian siswa kelas XII IPA SMA Negeri 6 Malang, yang terdiri dari tiga kelas yang homogen. Sampel penelitian adalah 52 siswa kelas XII IPA-1 dan XII IPA-2 yang diambil secara “purposive random sampling”. Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang berjumlah 45 butir soal konseptual dengan materi meliputi reaksi redoks, Sel Galvani, Sel Elektrolisis, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh validitas isi instrumen 88% dan reliabilitas dihitung menggunakan rumus KR-20 sebesar 0,61. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan dianalisis dengan perhitungan persentase jawaban benar dan koefisien korelasinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman siswa tentang reaksi redoks termasuk dalam kategori sedang, sedangkan pemahaman siswa tentang Sel Galvani dan Sel Elektrolisis termasuk dalam kategori rendah, (2) pemahaman siswa tentang konsep aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia termasuk dalam kategori sedang, (3) kesulitan siswa dalam memahami materi aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari yaitu: (a) siswa tidak dapat menjelaskan umur pemakaian baterai zink-karbon yang relatif pendek disebabkan produk ion dari reaksi tidak dapat berdifusi dengan cepat meninggalkan elektroda; (b) siswa tidak dapat menentukan fungsi bagian-bagian pada baterai zink-karbon; (c) siswa tidak dapat menjelaskan penurunan potensial aki akibat penumpukan PbSO4; (d) siswa menganggap bahwa pengisian ulang pada aki dengan cara diganti elektrolitnya; (e) siswa tidak dapat menjelaskan mengapa Al bersifat tidak mudah teroksidasi; (f) siswa menganggap bahwa besi dapat dilindungi dengan memberikan lapisan kromium; (g) siswa tidak dapat menentukan elektroda yang digunakan pada proses penyepuhan; (h) siswa tidak dapat menentukan waktu yang diperlukan untuk suatu proses elektrolisis; serta (i) siswa tidak dapat menentukan elektroda yang digunakan dalam proses pemurnian tembaga, dan (4) Terdapat hubungan yang linear positif dengan kategori lemah antara pemahaman siswa tentang reaksi redoks dan elektrokimia terhadap pemahaman siswa tentang aplikasi reaksi redoks dan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari.