KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD KRANJINGAN 05 JEMBER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS

Muhammad Aqil

Abstrak


ABSTRAK

Aqil Muhammad. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS UntukMeningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD. Kranjingan 05  Jember. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Konsentrasi Guru Kelas. ProgramPascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahyudi  Siswanto, M.Pd. (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

Kata Kunci: model kooporatif tipe TPS, pembelajaran, dan membaca pemahaman

Pembelajaran membaca pemahaman di SD Kranjingan 05 Jember menekankan pada pembelajaran secara individual. Pembelajaran individual dan kompetitif lebih banyak berpusat pada guru dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi. Untuk menghindari kelemahan pembelajaran individual, dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Kelebihan dalam pembelajaran kooperatif yaitu siswa tidak hanya dituntut secara individual untuk mencapai sukses, melainkan dapat bekerja sama untuk mencapai hasil bersama, aspek sosial sangat menonjol, dan siswa dituntut bekerja sama untuk terhadap keberhasilan kelompoknya.   

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil keterampilan membaca siswa. Proses pembelajaran meliputi aspek perencanaan dan pelaksanaan, sedangkan evaluasi merupakan hasil pembelajaran yang dicapai siswa.  Pembelajaran difokuskan pada pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap  siswa kelas V SD. Kranjingan 05 Jember, yang dibagi dalam enam kelompok. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing siklus memuat tiga aspek yakni aspek perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Pelaksanaan setiap siklus diobservasi dan direfleksi oleh peneliti dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa daftar cek dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik anaisis deskriptif kualitatif model alir, meliputi tahap reduksi data, paparan data, verifikasi, dan penyimpulan.

Setelah dilakukan tindakan, hasil menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat. Peningkatan yang dimaksud meliputi peningkatan kemampuan dalam proses dan hasil membaca pemahaman. Peningkatan kemampuan dalam proses membaca meliputi kemampuan mengajukan pertanyaan sebelum membaca, peningkatan kemampuan dengan mengajukan dan menanggapi bacaan selama proses membaca, kemampuan memahami isi bacaan, serta pertisipasi dalam diskusi kelas setelah membaca. Peningkatan hasil membaca tampak pada hasil tes yang dicapai pada semua kelompok dari siklus I, II, dan III. Hasil tes menunjukan bahwa skor rata-rata yang dicapai siswa dalam kelompok pada siklus I adalah 60,1, siklus II adalah 67,8, dan siklus III adalah 77,3.