KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan antara penerapan model pembelajaran Example non Example dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar sistem kelistrikan pada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun

Nanang Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Nanang. 2012. Perbedaan antara Penerapan Model Pembelajaraan Example Non Example dengan Model Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Pada Siswa Kelas XII di SMK Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. Machfudz, (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd

 

Kata Kunci : Perbedaan, Model Pembelajaran Example non example, Model Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar

Dalam proses pembelajaran sistem kelistrikan, siswa terlihat kurang antusias, bosan dan siswa bersikap acuh tak acuh. Sistem pengajaran guru di SMK Negeri 1 Kebonsari masih dominan mengunakan metode ceramah, khususnya pada mata pelajaran sistem kelistrikan. Sehingga siswa terlihat pasif dan kurang antusias dalam proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran example non example diharapkan mampu mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa. Dengan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu bekerja sama untuk memahami suatu definisi konsep, serta siswa dapat mengemukakan pendapat.

 

Tujuan penelitian : (1) mengetahui hasil belajar sistem kelistrikan yang diajar menggunakan model pembelajaran example non example (2) mengetahui hasil belajar sistem kelistrikan yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (3) mengetahui adakah perbedaan hasil belajar sistem kelistrikan yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran example non example dengan model pembelajaran konvensional.

 

Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan rancangan penelitian true experimental. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XII TKR SMK Negeri 1 Kebonsari. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, satu kelas sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas XII TKR-C dan satu kelas sebagai kelompok kontrol yaitu kelas XII TKR-B yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data diambil dari tes posttest. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik infrensial, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan akhir (t test).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sistem kelistrikan siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran example non example dengan metode pembelajaran konvensional (ceramah). Kondisi ini dapat dilihat dari rata-rata kedua kelas yang berbeda. Kelas eksperimen mempunyai rata-rata kelas lebih tinggi yaitu 78,89 sedangkan kelas kontrol sebesar 74,02.

 

Beberapa saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi kepala SMK Negeri 1 Kebonsari, hendaknya selalu memberi dorongan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran, (2) Bagi guru produktif otomotif, hendaknya selalu mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif, (3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya jika ingin melakukan penelitian yang serupa gunakan sampel, kompetensi yang lain, Dan dengan menggunakan guru/pengajar yang berbeda, sehingga guru tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.