KARYA DOSEN Fakultas Sastra UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PROSES VISUALISASI ESTETIK BATIK TULIS PRODUK SAJADAH PADA RUMAH BATIK SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Wijaya Ocha Denta

Abstrak


RINGKASAN

Wijaya, Ocha Denta. 2019. Proses Visualisasi Estetik Batik Tulis Pada Sajdah di Rumah Batik Seng  . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M. Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci : Visualisasi Estetik, Batik tulis sajadah, motif batik seng, warna batik.

Visualisasi merupakan objek dan estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam pengertian keindahan. Visualisasi (objek) estetik terdapat objek alam dan objek buatan manusia, dan berebntuk dua dimensi dan tiga dimensi. Objek buatan manusia yang berbentuk dua dimensi tersebut salah satunya berupa batik tulis.

Kecamatan Kepanjen terdapat rumah industri batik yaitu rumah batik seng yang terdapat di desa Sengguruh. Rumah batik Seng ini memproduksi batik tulis pada produk sajadah. Produk sajadah batik ini merupakan inovasi terbaru dari rumah batik seng. Rumah batik seng ini motif batik eceng gondok yang merupakan motif yang lebih banyak diminati masyarakat. Terciptanya motif eceng gondok ini agar masyarakat tidak hanya mengangap bahwa eceng gondok ini sebagai benalu, tetapi eceng gondok juga bermanfaat.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan  data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan metode dengan menghubungkan data hasil obsevasi dengan landasan teori.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (a) Proses persiapan membatik; (b) Proses penyantingan batik; (c) proses pewarnaan batik; (d) proses finishing. Kedua, visualisasi motif batik tulis pada sajadah mengandung nilai keindahan atau estetik yang didalamnya terdapat unsur-unsur estetik dan prinsip-prinsip estetik. Ketiga, pewarnaan pada batik tulis sajadah ini menggunakan dua warna yaitu pewarna sintesis atau buatan dan pewarna alam. Keempat, visualisasi motif pada batik tulis sajadah motif utama adalah eceng gondok, dan motif pendukungnya yaitu motif ka’bah, motif daun, dan motif mega mendung.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu dalam bidang seni betik. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian serupa. Bagi pengrajin, penelitian ini dapat memotivasi untuk menciptakan motif dan teknik baru. Pada bidang pendidikan, diharapkan dapat menjadi salah satu literatur pada bidang seni.

SUMMARY

Wijaya, Ocha Denta. 2019. The Aesthetic Visualization Process of Batik Written on Sajdah at  the Seng Batik House. Thesis, Department of Art and Design,  Faculty of Literature, Malang State University.  Advisor: (I) Dr. Ponimin, M.Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.

Keywords: Aesthetic Visualization, Batik written prayer rug, zinc batik motif, batik color.

Visualization is an object and aesthetics is a value that relates to everything that is captured in terms of beauty. Aesthetic visualization (object) contains natural objects and man-made objects, and has two dimensions and three dimensions. The two-dimensional man-made object is one of them in the form of written batik.

Kepanjen Subdistrict has a batik industrial house, which is a house of batik bat which is located in Sengguruh village. This Seng batik house produces handmade batik on prayer mat products. This batik prayer mat product is the latest innovation in the home of zinc batik. The house of seng batik is a hyacinth batik motif which is a motif that is more in demand by the public. The creation of this water hyacinth motif so that people do not just consider the water hyacinth as a parasite, but water hyacinth is also useful.

The study was conducted with a qualitative description approach. The research begins with data collection with observation, interview, and documentation techniques. Data analysis was carried out with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data is done by means of triangulation of sources and methods by linking the data from observation with the theoretical basis.

Based on the results of the study, the conclusions of the research results are as follows. First, the process of making batik is carried out with the following steps: (a) The process of preparing batik; (b) Batik escort process; (c) batik coloring process; (d) finishing process. Second, the visualization of batik motifs on prayer mats contains aesthetic or aesthetic value in which there are aesthetic elements and aesthetic principles. Third, the coloring of the prayer mat uses two colors, synthetic or artificial dyes and natural dyes. Fourth, the visualization of motifs on sajadah batik is the main motive is water hyacinth, and its supporting motifs are the ka'bah motif, leaf motif, and mega overcast motif.

The results of this study are expected to be an additional knowledge in the field of batik art. For other researchers, this research can be used as a reference for conducting similar research. For craftsmen, this research can motivate to create new motives and techniques. In the field of education, it is expected to be one of the literature in the field of art.