KARYA DOSEN Fakultas Sastra UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ETNOPUITIKA: DARI BUNGA RAMPAI TEKS DAN PENTAS SAMPAI KE AKAR BUDAYA

Achmad Effendi Kadarisman

Abstrak


Sebagai pengantar makalah ini, dikemukakan sejumlah kasus sebagai contoh tata kerja etnopuitika.  Dalam setiap kasus, peneliti melakukan pengamatan terhadap teks dan pentas[1] yang bertalian erat dengan puitika Jawa, beserta reaksi emotif (yaitu sikap atau perasaan, baik positif maupun negatif) yang muncul dalam diri pengamat atau peneliti; kemudian diberikan penjelasan singkat mengenai penyebab munculnya reaksi emotif peneliti terhadap teks atau pentas tersebut.


[1]  Istilah "teks" dalam makalah ini digunakan untuk merujuk ujaran atau tuturan, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis.  Untuk selanjutnya, istilah teks ditulis tanpa tanda kutip.  Sedangkan stilah "pentas" dalam etnopuitika merupakan terjemahan dari verbal art performance, dalam pengertiannya yang cair dan luas.  Verbal art merujuk pada poetic language menurut pandangan Jakobosn (lihat uraian pada bagian kedua dari makalah ini), sedangkan performance (dalam verbal art performance) dikontraskan dengan ordinary speech performance.  Singkatnya, istilah "pentas" bukan hanya merujuk pada pentas dalam seni pertunjukan, melainkan juga merujuk pada "cara berbicara atau berbahasa yang khas, yang berbeda dengan cara berbicara sehari-hari."  Penjelasan lebih lengkap tentang teks dan pentas diberikan pada bagian kedua dari makalah ini.


Teks Penuh: PDF