KARYA DOSEN Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN MENULIS KREATIF CERPEN DAN NASKAH DRAMA SMP TERINTEGRASI KARAKTER

Giati Anisah

Abstrak


ABSTRAK

 

Anisah, Giati. 2012. Pengembangan Instrumen Asesmen Menulis Kreatif Cerpen dan Naskah Drama SMP Terintegrasi Karakter. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Hasiati, M.Pd., (II) Dr. Nurhadi, M.Pd.

 

Kata kunci: instrumen asesmen, menulis kreatif cerpen, menulis kreatif naskah drama, penilaian karakter.

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh penilaian kemampuan menulis kreatif bidang kesastraan khususnya cerpen dan naskah drama di SMP memiliki banyak kekurangan. Kekurangan tersebut terdiri dari empat hal, yakni (1) instrumen asesmen kurang memiliki validitas yang baik, (2) instrumen asesmen kurang reliabel sehingga porsi subjektivitas guru tinggi, (3) tugas kurang praktis sehingga tidak semua siswa mengumpulkan tugas pada batas waktu yang ditentukan, dan (4) kriteria penilaian proses kurang jelas. Kekurangan yang ada di lapangan tersebut perlu segera ditanggulangi. Membiarkan keadaan ini berlarut-larut akan menghambat kegiatan evaluasi yang valid.

Penelitian ini akan menghasilkan seperangkat instrumen asesmen menulis kreatif cerpen dan naskah drama SMP terintegrasi kararkter. Instrumen asesmen terdiri dari tiga produk, yaitu (1) instrumen asesmen menulis kreatif cerpen bertolak dari peristiwa yang pernah dialami, (2) menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memerhatikan keaslian ide, dan (3) menulis naskah drama berdasarkan peristiwa nyata. Setiap produk terdiri dari tugas menulis kreatif, rubrik observasi proses, dan rubrik penilaian hasil. Produk dikemas dalam sebuah buku berisi wujud instrumen yang dilengkapi karakteristik dan petunjuk penggunaan yang diselipkan di saku buku tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah  mengembangkan instrumen asesmen menulis kreatif cerpen dan naskah drama SMP terintegrasi karakter. Produk yang dikembangkan memperhatikan syarat-syarat instrumen asesmen yang baik yakni memiliki validitas, kepraktisan, dan reliabilitas.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan instrumen Djaali dan Muljono (2008:60—62). Berdasarkan prosedur tersebut, terdapat dua belas tahap pengembangan instrumen asesmen, yakni (1) merumuskan konstruk, (2) mengembangkan dimensi dan indikator, (3) membuat kisi-kisi, (4) menentukan besaran kontinum, (5) menulis butir instrumen, (6) melakukan uji ahli, (7) merevisi berdasarkan hasil uji ahli, (8) penggandaan, (9) uji coba di lapangan, (10) perbaikan atau pengeluaran butir yang tidak valid, (11) penghitungan reliabilitas, dan (12) perakitan kembali butir yang valid.

Penelitian ini memiliki dua jenis data, yaitu data numerik dan verbal. Data numerik didapat dari skor yang dituliskan ahli pada angket validasi. Data verbal dibedakan menjadi data verbal tertulis dan data verbal tidak tertulis. Data verbal tertulis berupa catatan, komentar, kritik, dan saran perbaikan mengenai validitas dan kepraktisan produk yang dituliskan subjek uji pada angket validasi. Data verbal tidak tertulis berupa informasi lisan yang diperoleh ketika wawancara.

Instrumen asesmen menulis kreatif cerpen dan naskah drama SMP terintegrasi karakter yang dihasilkan penelitian ini dibutuhkan guru dan siswa. Instrumen tersebut telah memenuhi syarat-syarat instrumen yang baik, yakni validitas, kepraktisan, dan reliabilitas.

Berdasarkan simpulan tersebut disarankan tiga hal, yakni (1) guru disarankan menggunakan instrumen untuk menilai keterampilan menulis kreatif cerpen dan naskah drama di SMP dengan mengintegrasikan pendidikan karakter, (2) diseminasi produk ini disarankan melalui internet. Jika memungkinkan produk akan diterbitkan, dan (3) hasil pengembangan dapat dipelajari dan diterapkan oleh guru dalam mengajarkan kompetensi menulis kreatif cerpen dan naskah drama. Dengan demikian, peneliti akan memperoleh tanggapan berupa komentar dan saran yang dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti untuk mengembangkan instrumen asesmen yang lebih baik.