KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SANTRI KELAS 1 ULYA MADRASAH DINIYAH PONDOK PESANTREN ANWARUL HUDA KOTA MALANG

Yulianto Rinanda Eko

Abstrak


RINGKASAN

Yulianto, Rinanda Eko. 2019. Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Konsentrasi Belajar Santri Kelas 1 Ulya Madarasah Diniyah Pondok Pesantren Anwarul Huda Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (II) Tika Dwi Tama, S.KM, M.Epid.

Kata Kunci: intensitas cahaya, konsentrasi belajar, santri

Intensitas cahaya (luminous intensity) adalah kuat cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah sumber cahaya ke arah tertentu, diukur dengan Candela. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian yang erat kaitannya dengan memori atau ingatan. Konsentrasi memegang peranan penting bagi seorang anak untuk mengingat, merekam, melanjutkan, dan mengembangkan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Kemampuan untuk mengingat, merekam, dan mengembangkan materi pelajaran yang baik memungkinkan anak memperoleh prestasi yang optimal. belajar merupakan aktivitas yang memerlukan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, faktor yang mempengaruhi tingkat konsentrasi antara lain faktor fisik, stamina, kelelahan, pencahayaan, dan faktor lingkungan. Pencahayaan sangat dibutuhkan terutama ketika belajar pada malam hari dan di ruangan yang tidak mendapatkan cahaya alami. Pencahayaan dalam ruang diperlukan untuk menciptakan kenyamanan visual yang mendukung aktivitas dalam belajar.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap konsentrasi belajar santri kelas 1 Ulya Madarasah Diniyah Pondok Pesantren Anwaru Huda Kota Malang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga perlakuan pada intensitas cahaya, yakni penurunan intensitas cahaya ruang kelas, tidak ada intervensi intensitas cahaya ruang kelas, dan peningkatan intensitas cahaya ruang kelas. metode yang digunakan dalam penelitan adalah metode experimental dengan desain quasi experiment atau sering di sebut desain eksperimen semu dengan rancangan tiga faktorial yang melibatkan tiga kelompok dengan maksud untuk membedakan pengaruh variabel bebas dan variabel terikat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat intervensi penuruan intensitas cahaya ruang kelas dihasilkan sebesar 26 lux, pada saat tidak ada intervensi dihasilkan sebesar 56,7 lux, dan pada saat peningkatan sebesar 105,4 lux. Hasil skor tes konsentrasi terbesar santri yakni 57, sedangkan skor terkecil sebesar 30. Hasil uji homogenitas diperoleh nilai p (0,057) > 0,05 yang berarti hasil tes konsentrasi belajar santri dengan perlakuan tiga perlakuan intensitas cahaya ruang kelas adalah sama atau homogen. Uji analisis data meggunakan Anova One Way, diperoleh hasil (0,117) > 0,05, ini menandakan bahwa rata-rata hasil tes konsentrasi belajar santri kelas 1 Ulya Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Anwarul Huda Kota Malang tersebut tidak ditemukan perbedaan yang berarti atau tidak siginifikan pada ketiga kelompok perlakuan.