KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan Bermuatan Kecakapan Hidup (Life Skills) Meng-gunakan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa Kelas X Sekolah Mene-ngah Atas (SMA) Negeri 3 Surakarta

Putri . Agustina

Abstrak


ABSTRAK

 

Upaya meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan dengan berbagai cara, namun kualitas pendidikan belum meningkat secara signifikan. Hal ini ditan-dai dengan rendahnya keterserapan lulusan yang berakibat pada tingginya angka pengangguran terutama pada siswa lulusan SMA. Hal ini menunjukkan bahwa re-levansi pendidikan di SMA dengan kehidupan nyata dan dunia kerja masih cukup rendah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan penyempurnaan ku-rikulum yaitu mengintegrasikan muatan kecakapan hidup (life skills) dalam kuri-kulum. Pengembangan perangkat pembelajaran ini merupakan salah satu usaha mengintegrasikan muatan life skills pada muatan wajib Biologi. Pelaksanaan pem-belajaran Biologi yang berorientasi life skills memerlukan model pembelajaran yang tepat yang dapat melatih siswa untuk memecahkan permasalahan dalam ke-hidupan sehari-hari. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan life skills adalah inkuiri terbimbing (guided inquiry). Pengembangan perangkat pembelajaran diorientasikan pada permasalahan yang ada di SMA Negeri 3 Sura-karta yaitu kurangnya kecakapan hidup siswa dan belum adanya perangkat pem-belajaran yang mengintegrasikan muatan life skills dan berbasis guided inquiry.

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk pe-rangkat pembelajaran ekosistem dan pencemaran lingkungan bermuatan kecakap-an hidup (life skills) untuk siswa kelas X SMA Negeri 3 Surakarta berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, dan modul pembelajaran. Prosedur pengembangan me-ngadaptasi model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari tahap: (1) pe-nelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk awal; (4) uji coba terbatas dan revisi produk; serta (5) uji coba utama dan revisi produk.

Hasil analisis skor penilaian perangkat pembelajaran menunjukkan rata-rata persentase penilaian oleh ahli materi sebesar 94,66%, ahli desain pembe-lajaran 87,33%, serta praktisi pelaksana pembelajaran sebesar 87,58%. Hasil penilaian modul dalam uji kelompok kecil menunjukkan rata-rata persentase pe-nilaian sebesar 85,185%. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembe-lajaran telah layak diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas.

Uji coba utama (main field testing) dilakukan pada dua kelas yaitu kelas X-1 dan X-3 SMA Negeri 3 Surakarta dan dilaksanakan hanya pada Kompetensi Dasar 4.1 dan 4.2. Penerapan perangkat pembelajaran bermuatan life skills dengan model inkuiri terbimbing pada tahap uji coba utama pada materi ekosistem me-nunjukkan hasil gain rata-rata aktual maksimum sebesar 0,54% sedangkan materi pencemaran sebesar 0,61%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran memiliki tingkat keefektifan medium atau dengan kata lain perangkat pembelajaran bermuatan life skills dengan model inkuiri ter-bimbing telah cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran. Hasil pretest dan post test menunjukkan bahwa rata-rata capaian hasil belajar siswa berdasarkan tes me-ningkat dengan diterapkannya perangkat pembelajaran bermuatan life skills meng-gunakan model inkuiri terbimbing.

Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilaksanakan, beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu: (1) pemanfaatan silabus, RPP, modul, dan instru-men penilaian memerlukan pemahaman yang baik sehingga pelaksanaan pembela-jaran dapat sesuai dengan harapan dikembangkannya perangkat pembelajaran; (2) pada pengembangan lebih lanjut, penelitian ini dapat dilaksanakan sampai pada ta hap uji coba operasional (operational field testing) dan diseminasi; serta (3) perlu sosialisasi baik dalam forum guru MGMP, seminar ilmiah, maupun sosialisasi me lalui situs terkait untuk mendiseminasikan perangkat pembelajaran ini.