KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gambaran Kesadaran Moral Anak pada Cerpen Majalah Bobo Edisi 2010

Agga Ramses Wijakangka

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

ABSTRAK

 

Wijakangka, Agga Ramses. 2012. Gambaran Kesadaran Moral Anak pada Cerpen Majalah Bobo Edisi 2010. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. (2) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd.

 

Kata kunci: moral, kesadaran moral, semiotika, cerpen anak

 

Dalam sastra anak, terkandung unsur moral yang dapat membentuk sikap dan kepribadian anak. Sastra anak dapat menanamkan nilai-nilai, karakter dan juga menggugah imajinasi kreativitas anak, sebab sastra mengajak berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora-metafora kehidupan anak yang terdapat di dalamnya. Hal itu melatarbelakangi penelitian ini. Permasalahan yang diteliti, adalah (1) bagaimanakah gambaran bentuk dan makna kesadaran moral anak yang berorientasi pada kepatuhan & hukuman, (2) bagaimanakah gambaran bentuk dan makna kesadaran moral anak yang berorientasi pada relativis instrumental (3) bagaimanakah gambaran bentuk dan makna kesadaran moral anak yang berorientasi pada konformitas interpersonal.

 

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan telaah deskriptif analitis mengenai gambaran kesadaran moral anak pada cerpen majalah Bobo yang tercitra pada tindakan atau perbuatan tokoh anak. Data penelitian diperoleh dari cerita anak dalam majalah Bobo edisi 2010. Data berupa kutipan-kutipan (monolog, dialog dan narasi) teks cerpen yang diindikasikan bermuatan kesadaran moral anak. Teknik pengumpulan data menggunakan telaah dokumentasi. Prosedur analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu menganalisis data menginterpretasi data dan menguji keabsahan data. Kajian kedalaman makna, diterapkan semiotika Barthes dengan sistem lima kode, yakni kode proaretik, hermeneutik, simbolis, gnomik dan semis.

 

Hasil penelitian menunjukkan temuan tentang gambaran kesadaran moral anak pada cerpen majalah Bobo edisi 2010 sebagai berikut. Bentuk kesadaran moral orientasi kepatuhan & hukuman: Kesadaran moral ditanamkan orang tua pada anak yakni mematuhi anjuran orang tua, Kesadaran moral ditanamkan ibu pada anak yakni mengikut sudut pandang ibu, kesadaran moral ditanamkan ibu pada anak yaitu mematuhi nasihat ibu, dan kepatuhan murid pada aturan berbuat baik ditentukan oleh guru karena hukuman. Maknanya yakni berani melawan rasa takut jurum suntik ketika berobat demi kesehatan, pertahankan cita-cita meskipun banyak halangan, lebih baik terbiasa menabung uang receh daripada membuangnya, dan terbiasa berbuat baik di keseharian. Bentuk kesadaran moral orientasi relativitas instrumental dipahami pada: kakak memarahi adik tanpa peduli alasan dia, menjual barang ayah demi kebutuhan diri sendiri, mengusili teman untuk kesenangan, cara bermain bola yang baik yakni mencederai kawan sendiri, membawa lari mangga milik orang lain, & HP temuan tidak dikembalikan ke pemilik. Maknanya yaitu kakak tidak langsung menghakimi adik sebelum tahu kejelasan alasan perbutan, berani bertanggung jawab dengan kesalahan yang diperbuat, senang mengganggu orang lain maka nanti akan mendapat balasan dan menemukan suatu barang yang bukan milik kita, harus dikembalikan. Bentuk kesadaran moral orientasi konformitas interpersonal dipahami pada: membuat nyaman teman di situasi kelompok belajar, meyakinkan maksud baik pada teman yang tidak suka, meringankan pikiran teman, membantu kesulitan tetangga, meminta maaf dengan apa yang ia perbuat untuk meyakinkan maksud baik, menyenangkan teman dengan memberi barang sebagai motif perbuatan baik, memberi kado untuk menyenangkan teman yang berulang tahun, meminta maaf kepada teman karena melupakannya, dan meminta maaf karena berburuk sangka. Maknanya ialah hargai teman dahulu sebelum dihargai kembali, dukung kesuksesan teman dan tidak boleh iri hati, perbuatan baik itu akan membuahkan hasil yang baik pula, dan tidak berprasangka buruk kepada teman dan tidak melupakan teman. Kepada para pengajar, diharapkan hasil penelitian sastra anak digunakan sebagai bahan bacaan yang dapat digunakan untuk membentuk kepribadian anak-anak.