KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Video Pembelajaran Penjas dan Olahraga Berbasis Life Skill bagi Anak-anak Pesisir Pantai

Mahmud Yunus

Abstrak


Dua konsep pendidikan jasmani tradisional adalah  (a) Biologistic ideology:  Pendidikan jasmani sebagai pelatihan kebugaran (training of the body-object) dan (b) Pedagologistic ideology: pendidikan melalui gerak (Education through movement/sport). Tujuan Pendidikan jasmani  mutakhir adalah sebagai berikut: (a) anak merasa gembira (40%), (b) anak berkeringat dan kecapaian (30%), (c)  anak tertib dan disiplin dalam pelajaran (10%), (d) anak mempelajari gerak/olahraga (20%). Tujuan Pendidikan jasmani (standart isi) adalah: (a) Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih, (b) Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, (c) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar (d) Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (e) Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis (f) Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri/ life skill, orang lain dan lingkungan,   (g) Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

Pengembangan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis life skill  dalam penelitian ini difukuskan pada  gaya mengajar berbasis masalah gerak (movement problem-based learning). Pengembangan pembelajaran mengadopsi gaya mengajar (style of teaching). Berdasarkan keputusan pada pre impact, impact dan post impact peran guru dan murid dapat bergeser, mulai dari guru yang berperan dominan sampai guru hanya menjadi fasilitator. Media pembelajaran adalah alat bantu agar pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien. Dengan bantuan Video guru dapat menerapkan gaya mengajar komando, latihan dan simulasi, sedangkan siswa dapat menirukan gerakan mengapung dan berenang dengan menggunakan berbagai alat apung.

Penelitian ini termasuk dalam model penelitian pendidikan dan pengembangan  (educational research and development) (Borg and Gall, 1983). Subjek uji coba adalah tenaga pengajar/pelatih adalah guru pendidikan jasmani dan olahraga sekolah dasar yang telah mengikuti training of trainer (TOT), sebanyak 15 orang. Dalam pembuatan Video sebagai subyek adalah siswa sekolah dasar kelas 4, 5 dan 6 yang tinggal di pantai Damas, Pasir Putih, Prigi dan Karanggoso, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, sebanyak 30 siswa. Analisis data mengunnakan teknis analisis deskriptif.

Pembahasan Memiliki  tingkat keberhasilan sebagai berikut:1. Penguasaan teori Berhasil, 94% peserta menguasai minimal 65% materi yang disajikan, 2. Penguasaan praktek berdasarkan Simulasi yang dilakukukan dikatakan Berhasil, 87% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di kolam renang. 3. Pelaksanaan praktek berdasarkan simulasi yang dilakukan dikatakan Berhasil, 98% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang, dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di pantai. Pendidikan jasmani dan olahraga berbasis life skill melaui Video Pembelajaran ini dapat memberi bekal kemampuan gerak secara khusus sesuai dengan karakteristik kebutuhan gerak dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu kegiatan ini perlu dilakukan di semua daerah di Indonesia yang dekat dengan pentai untuk mengurangi resiko tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu.