KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL KORESPONDENSI BERBASISIS THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMKN 2 Blitar)

FITRIANA NIA

Abstrak


ABSTRAK

Fitriana, Nia, 2018. Pengembangan Modul Korespondensi Berbasis Think Talk Write Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 2 Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.

Kata Kunci : Modul, Korespondensi, TTW (Think Talk Write), Hasil Belajar.

Modul korespondensi berbasis Think Talk Write merupakan modul yang menuntut peserta didik untuk berpikir secara aktif. Langkah-langkahnya yaitu Think, Talk, dan Write, dimana pada tahap think peserta didik diajak untuk memahami materi maupun soal yang telah tersaji, kemudian tahap talk peserta didik dibentuk ke dalam kelompok untuk mendiskusikan materi maupun soal yang telah tersaji, sedangkan pada tahap write peserta didik mengerjakan soal dan kemudian mempresentasikan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk:

(1) Menghasilkan Modul Korespondensi Berbasis Think Talk Write Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Kelas X OTKP di SMKN 2 Blitar,

(2) Mengetahui kelayakan modul dihasilkan, melalui hasil validasi oleh ahli materi dan ahli modul.

(3) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik antara kelasn eksperimen yang menggunakan modul dan kelas kontrol yang tidak menggunakan modul korespondensi berbasisi Think Talk Write (TTW)  kompetensi dasar menganalisis surat niaga pada kelas X OTKP di SMKN 2 Blitar.

Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Reseach and Development (R&D) dari Sugiyono yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penelitian dan kondisi lapangan yaitu :

(1) Potensi dan Masalah,

(2) Pengumpulan Data,

(3) Desain Produk,

(4) Validasi Desain,

(5) Revisi Desain,

(6) Uji Coba Produk,

(7) Revisi Produk,

(8) Uji Coba Pemakaian,

(9) Revisi Produk. Data yang diproleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.  Data kualitatif tersebut diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan oleh ahli materi, ahli modul, dan 6 peserta didik pada kelompok kecil yang telah dituliskan pada angket, sedangkan data kuantitatif tersebut diperoleh dari pemberian penilaian dari ahli materi, ahli modul, 6 peserta didik pada kelompok kecil kelas X OTKP 2, serta hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen kelas X OTKP 2 dan kelas kontrol kelas X OTKP 1.

Penyajian dan analisis data dalam penelitian ini berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli modul, dan 6 peserta didik yang memiliki kriteria sangat valid atau dapat digunakan dalam pembelajaran. Validasi dalam penelitian ini menghasilkan dua jenis data, yaitu data yang berupa hasil skorvalidasi sebagai data kuantitatif dankritik maupun saran sebagai data kualitatif.Peneliti menggunakan teknik analisis data deskriptif prosentase yaitu teknik yang mengubah data kuantitatif menjadi bentuk prosentase yang selanjutnya dijelaskan dengan kalimat kuantitatif. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli modul yaitu sebesar 97%, ahli materi 96%, sedangkan 6 peserta didik 90%. Penelitian dan pengembangan modul ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal tersebut terbukti dari analisis data tes yang menunjukan perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik ranah kognitif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 92 dan 82 dengan ketuntasan kelas 100% dan 83%, sedangkan perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik pada ranah psikomotorik pada kelas ekperimen dan kelas kontrol sebesar 87 dan 79 dengan ketuntasan  100% dan 75%.Dari perolehan perbedaan rata-rata hasil belajarantara kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas  untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Saran pemanafaatan bagi guru yaitu agar menggunakan modul korespondensi berbasis think talk write sebagai sumber belajar atau bahan ajar saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas sedang berlangsung, dan saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu agar menggunakan modul korespondensi berbasis think talk write dalam belajar khususnya ketika mempelari kompetensi dasar menganalisis surat niaga.

ABSTRACT

Fitriana, Nia, 2018. Developing Correspondence ModuleBased onThink Talk Writeto Enhance Students’ Learning Outcome (Study on the Tenth Grade Students ofAutomationand Office Management at SMK Negeri 2 Blitar). Sarjana’s thesis. Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.

Keywords: Module, Correspondence, TTW (Think Talk Write), Learning Outcome                       

The so-called Think Talk Write correspondence module is a module that requires students to think actively. The steps are Think, Talk, and Write, where at the think stage students are invited to understand the material and the questions that have been presented, then the talk stage students are formed into groups to discuss the material and the questions that have been presented, while in the write stage participant stage students work on the problem and then present. The objectives of this research and development are to:

(1) Produce Think Talk Write-Based Correspondence Modules to enhancethe Learning Outcomes oftenth grade students of Automation Class in SMK 2 Blitar,

(2) knowing the feasibility of the module produced, through validation results by material experts and module experts,

(3) knowing the increase in student learning outcomes between the experimental classes which used modules and control classes that did not use Think Talk Write (TTW)-based correspondence module on the basic competencies in analyzing commercial letters for the tenth grade students of Automationat SMK 2 Blitar.

The design of this study was adapted from the development model of Research and Development (R & D) from Sugiyono which had been modified according to research needs and field conditions that is:

(1) Potential and Problems,

(2) Data Collection,

(3) Product Design,

(4) Validation Design,

(5) Design Revision,

(6) Product Trial,

(7) Product Revision,

(8) Usage Trial,

(9) Product Revision. The data obtained in this study are qualitative and quantitative data. The qualitative data was obtained from criticism and suggestions given by material experts, module experts, and 6 students in small groups that had been written on the questionnaire, while the quantitative data was obtained from the assessment of material experts, module experts, 6 students in the smallgroup X OTKP 2 class, as well as student learning outcomes in the experimental class X OTKP 2 class and the control class X OTKP 1.

The presentation and analysis of data in this study based on the results of validation from material experts, module experts, and 6 students have very valid criteria or can be used in learning.Validation in this research produces two types of data, wich are, data in the form of validation score results as quantitative data and criticisms and suggestions as qualitative data. The researcher used percentage descriptive data analysis techniques, wich is the techniques of converting quantitative data into a percentage descriptive analiysis technique form which next explained by quantitative sentences. The results of the validation obtained from module experts are 97%, material experts 96%, while 6 students are 90%. Research and development of this module proved to be able to improve student learning outcomes, it can be seen from the analysis of test data which showed the acquisition of the average learning outcomes of cognitive students in the experimental class and control class of 92 and 82 with 100% and 83% grade completeness, while the average student learning outcomes in the psychomotor domain in the experimental class and the control class were 87 and 79 with 100% and 75% completeness. From the acquisition of differences in the average learning outcomes between the experimental classes that are higher than the control class, it can be concluded that the modules developed are effective for use in learning activities in the classroom to improve student learning outcomes.

Suggestions for utilizing teachers are to use think talk write based correspondence modules as learning resources or teaching materials when learning activities in the classroom are taking place, and suggestions for the use of students to use think talk write-based correspondence modules in learning especially when studying basic competencies in analyzing commerce letters.