KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Aman Karyawan Dalam Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di Karoseri Irma Sofyan, Dampit Kabupaten Malang

Muhamad Handi Triyanto

Abstrak


Triyanto, Muhamad Handi. 2017.Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Aman Karyawan Dalam Penerapan Program Keselamatan & Kesehatan Kerja Karyawan di Karoseri Irma Sofyan, Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Progam Studi Manajemen Sumber Daya Manusia, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si

Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Keselamatan & Kesehatan Kerja

Sumberdaya manusia merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam organisasi, maka salah satu persiapan mengahadapi perubahan-perubahan di masa yang akan datang yaitu dengan mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Karoseri Irma Sofyan merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi bak truk dan badan bis, perusahaan ini kini tengah berupaya untuk meningkatkan produktifitasnya. Program Keselamatan & Kesehatan Kerja Karyawan (K3) yang di berikan kepada karyawan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut, namun muncul masalah mengenai bagaimana tingkat pengetahuan karyawan mengetahui bagaimana Program Keselamatan & Kesehatan Kerja Karyawan dilaksanakan, sikap dan perilaku karyawan terhadap stimulus Program Keselamatan & Kesehatan Kerja Karyawan itu sendiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan karyawan Karoseri Irma Sofyan dibagi menjadi dua tingkat yaitu aplikasi pada karyawan teknis/produksi dan tingkat evaluasi pada karyawan tingkat manajerial perusahaan. Sikap karyawan sudah antusias positif mau menerima stimulus Program Keselamatan & Kesehatan Kerja, namun pada aspek perilaku ternyata karyawan masih belum membiasakan perilakunya untuk bekerja secara aman demi terciptanya Program Keselamatan & Kesehatan Kerja. Saran yang bisa diberikan oleh peneliti adalah perusahaan dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat dan tegas pada pelanggaran Program Keselamatan & Kesehatan Kerja, serta mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja melalui pelatihan karyawan.