KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penggunaan Jurnal Belajar dalam Model Pembelajaran Learning Cycle 6E terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Kesadaran Metakognitif Siswa SMA pada Topik Reaksi Redoks

erma yulianingtyas

Abstrak


Redoks merupakan salah satu materi kimia yang rumit dan sulit dipahami oleh sebagian besar siswa SMAN 8 Malang. Kesulitan ini ditunjukkan dengan rata-rata hasil ulangan reaksi redoks salah satu kelas di SMAN 8 Malang tahun ajaran 2015/2016 adalah 59,83; dengan hanya 14,28% siswa yang mencapai nilai KKM (75). Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara pra-penelitian terhadap 20 siswa yang menunjukkan bahwa 1) siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan reduktor dan oksidator dalam suatu reaksi redoks, 2) siswa masih kebingungan dalam menentukan bilangan oksidasi dari unsur, 3) siswa masih belum bisa memahami dengan baik materi yang didapatkan pada saat itu. Oleh karena itu, kondisi ini diharapkan dapat diubah dengan mengadakan perbaikan proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model inovatif, salah satunya model pembelajaran Learning Cycle 6E (LC-6E). LC-6E terdiri dari 6 fase pembelajaran, yaitu: 1) fase identifikasi, 2) fase undangan, 3) fase eksplorasi, 4) fase eksplanasi, 5) fase elaborasi, dan 6) fase evaluasi. Adanya fase-fase dalam pembelajaran ini akan meningkatkan proses sains dan membantu siswa mengkonstruksi konsep secara sistematis dan terstruktur. Pembelajaran ini dapat dipadu dengan mengubah kebiasaan belajar siswa yaitu menulis jurnal belajar siswa secara jujur, mandiri dan berkala. Jurnal belajar ini dapat membantu siswa dalam mengontrol proses belajar, sehingga bisa memahami konsep dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui keterlaksanaan pembelajaran model pembelajaran Learning Cycle 6E dipadu jurnal belajar dan model pembelajaran Learning Cycle 6E tanpa jurnal belajar pada materi redoks, 2) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar kognitif pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dipadu jurnal belajar dan model pembelajaran Learning Cycle 6E tanpa jurnal belajar pada materi redoks, dan 3) mengetahui adanya perbedaan kesadaran metakognitif pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dipadu jurnal belajar dan model pembelajaran Learning Cycle 6E tanpa jurnal belajar pada materi redoks.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment Design dengan jenis pretest posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X-MIPA SMA Negeri 8 Malang pada tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak kelompok, sehingga didapatkan dua kelas yaitu siswa kelas X-MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X-MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Intrumen penelitian yang digunakan adalah  instrumen perlakuan (silabus, RPP, handout, LKPD, kuis individu dan jurnal belajar) dan instrumen pengukuran (lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, soal tes hasil belajar kognitif, dan  kuesioner keadaran metakognitif). Hasil belajar kognitif diukur dengan tes pilihan ganda yang terdiri dari 25 soal yang valid dengan reliabilitas tes sebesar 0,849. Kuesioner kesadaran metakognitif dikembangkan oleh peneliti dengan mengadaptasi isi dari Metacognitive Awarness Inventory (MAI) yang disusun oleh Schraw, G. & Dennison, R.S. (1994) dan dikombinasi dengan kuesioner oleh Sperling, et al. (2002). Kuesioner diuji coba kembali dan hasil uji coba adalah 50 pernyataan valid dengan reliabilitas tes sebesar 0,943. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan uji ANCOVA dengan signifikansi sebesar 0,050 untuk uji hipotesis.   

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 6E dipadu jurnal belajar dan model pembelajaran Learning Cycle 6E tanpa jurnal belajar pada materi redoks dapat berjalan sesuai dengan RPP yang telah disusun, 2) ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dipadu jurnal belajar dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E tanpa jurnal belajar pada materi redoks, dan 3) ada perbedaan kesadaran metakognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dipadu jurnal belajar dengan siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Learning Cycle 6E tanpa jurnal belajar pada materi redoks