KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Faktor yang Mempengaruhinya (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Kota Malang Periode 2013-2014)

Nurita Indriawati

Abstrak


ABSTRAK

Indriawati, Nurita. 2016. Tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Faktor yang Mempengaruhinya (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Kota Malang Periode 2013-2014). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I)Dr. H. Agung Winarno, M.M., (II) Trisetia Wijijayanti, S.E., M.BA.

Kata Kunci: Kesehatan Koperasi, Koperasi Simpan Pinjam Kota Malang, Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.14/Per/M.KUKM/XII/2009

Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang memegang peranan penting yaitu mensejahterakan rakyat. Oleh karena itu penting dilakukan pemantauan kondisi kesehatan koperasi guna meningkatkan kinerja demi tercapainya tujuan koperasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.14/Per/M.KUKM/XII/2009, terdapat tujuh aspek pengukuran kesehatan koperasi meliputi permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesehatan koperasi simpan pinjam berdasarkan tujuh aspek tersebut serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Subyek pada penelitian ini adalah KSP Kota Malang. Periode yang digunakan adalah tahun 2013 dan 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan metode analisis laporan pengurus Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan didukung oleh data kualitatif. Pengambilan data diperoleh secara langsung baik data primer maupun data sekunder dengan menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) permodalan KSP berada pada kondisi sehat (2) kualitas aktiva produktif dalam kondisi kurang sehat (3) manajemen dalam kondisi cukup sehat (4) efisiensi dalam kondisi kurang sehat (5) likuiditas dalam kondisi kurang sehat (6) kemandirian dan pertumbuhan dalam kondisi kurang sehat (7) jati diri koperasi dalam kondisi tidak sehat. Faktor yang mempengaruhi kesehatan KSP antara lain kelalaian anggota membayar angsuran pinjaman dan simpanan wajib, kurangnya kesiapan koperasi dalam perencanaan kerja jangka panjang, penurunan jumlah anggota, beban yang tinggi, tingginya suku bunga pinjaman dan rendahnya suku bunga simpanan.

Dinas Koperasi dan UKM hendaknya konsisten dalam memberikan pelatihan dalam hal pengelolaan keuangan dan manajemen yang efektif dan efisien. Koperasi diharapkan memberi kebijakan yang lebih tegas terhadap anggota yang lalai dalam membayar kewajiban. Anggota diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai koperasi, kewajibannya serta memahami visi misi koperasi. Peneliti selanjutnya hendaknya menambah obyek yang diteliti dan waktu penelitian serta melakukan wawancara secara mendalam.