SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KALIBRASI GROUND PENETRATING RADAR (GEORADAR) UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS TANAH BERDASARKAN SIFAT KELISTRIKANNYA

DEVI NURWIDYA YHUSWITA INDRIASARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Indriasari, Devi, Nurwidya Yhuswita. 2010. Kalibrasi Ground Penetrating Radar

(Georadar) Untuk  Mengidentifikasi Jenis Tanah Berdasarkan Sifat

Kelistrikannya. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Arif Hidayat M. Si, (II) Drs. Yoyok Adisetio Laksono M.Si.

 

Kata kunci: Jenis Tanah, Ground Penetrating Radar (Georadar), GeoScan 32.

            Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di Bumi. Tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air. Jenis tanah sendiri bermacam-macam sehingga pengklasifikasian tanah sangat penting karena tanah yang berbeda membutuhkan perlakuan yang berbeda pula. Untuk pengklasifikasikan jenis tanah tersebut diperlukan alat yang dapat membantu untuk membedakan jenis tanah. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Ground Penetrating Radar (Georadar). Ground Penetrating Radar (Georadar) juga dapat digunakan untuk melakukan pendeteksian benda-benda di bawah permukaan tanah.

            Penelitian Ground Penetrating Radar (Georadar) menggunakan pemodelan di laboratorium untuk membedakan jenis tanah. Sebuah balok kayu persegi panjang diisi berbagai 4 jenis tanah yaitu tanah lapisan atas, pasir, kerikil dan tanah liat secara bergantian.

Penelitian ini dilakkan di Gedung Laboratorium Bersama FMIPA Universitas Negeri Malang pada tanggal 3 Juni 2010. Pengolahan dan intepretasi data yang diperoleh menggunakan software Geoscan 32 untuk mengetahui nilai permitivitas (ε) dari masing-masing jenis tanah dan kecepatan (v). Pada analisis data didapatkan nilai permitivitas (ε) dan kecepatan (v) sama dengan nilai permitivitas (ε) dan kecepatan (v) pada tabel referensi.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya untuk nilai permitivitas (ε) dan kecepatan (v) batuan granit, batubara dan kwarsa. Dalam proses scanning perlu diperhatikan kestabilan kecepatan menjalankan alat.