SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sebaran Nilai Total Padatan Terlarut (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), dan Pola Aliran Air Tanah di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

Rini Ismi Yanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Yanti, Rini I. 2017. Sebaran Nilai Total Padatan Terlarut (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), dan Pola Aliran Air Tanah di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Burhan Indriawan, S.Si, M.Si, (II) Daeng Achmad S, S.Si, M.Kom.

 

Kata kunci : air tanah, pola aliran air, kualitas air tanah, TDS, DHL, muka air tanah

Pertambahan penduduk yang semakin meningkat dan pemukiman yang padat serta pembangunan daerah yang pesat ditakutkan akan terjadi pencemaran lingkungan salah satunya pada air tanah dan konsumsi akan air juga terus bertambah setiap tahun. Pengambilan air terus-menerus yang tidak dibarengi dengan pengelolaan sumber daya air akan menyebabkan air menjadi semakin sulit untuk didapatkan. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk memetakan pola aliran air tanah dan mengidentifikasi kualitas airt tanah di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Langkah-langkah yang di lakukan untuk melaksanakan penelitian ini adalah melakukan pengukuran pada sumur baik itu berupa posisi, elevasi dan mengukur ketinggian muka air tanah, untuk mengetahui pola aliran air pada permukaan dan pola aliran air tanah dan ketinggian muka air tanah. Serta melakukan pengujian sampel air sumur tersebut untuk mengetahui kualitas air tanah yaitu berupa nilai TDS dan DHL dengan menggunakan standar Kepmen ESDM Nomor 1451./10/MEM/2000 untuk menentukan kelayakan konsumsi. Semua data yang diperoleh dianalisis menggunakan ArcGis 10.3 untuk memetakan aliran air permukaan dan aliran air tanah serta memetakan sebaran nilai TDS dan DHL.

Dari hasil penelitian yang sudah di analisis diketahui bahwa aliran air permukaan dan air tanah sama-sama berasal dari Desa Toyomarto dan Desa Wonorejo yang berada di daerah ketinggian yang kemudian menuju desa-desa yang berada di bawahnya dan kedua aliran air tesebut akan bermuara di desa yang berada di daerah rendah yaitu Desa Banjararum, Desa Watugede dan Desa Pagentan. Ketinggian muka air tanah hasil penelitian diketahui berkisar antara 441-718 mdpl dan semakin menurun dari arah utara ke selatan dan kemudian naik lagi di bagian timur karena wilayah daerahnya berada di ketinggian dan untuk muka air tanah tertinggi berada di Desa Toyomarto yaitu 510-718 mdpl. Untuk nilai kualitas air nilai tertinggi berada di Desa Banjararum dengan niali TDS sebesar 371 ppm dan nilai DHL sebesar 756 μS/cm dan nilai terendah berada di Kelurahan Candirenggo dengan nilai TDS sebesar 105 ppm dan DHL sebesar 195 μS/cm. Seluruh Kecamatan Singosari masih dalam keadaan yang aman tidak ditemukan adanya pencemaran dan layak untuk dikonsumsi serta digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

 

ABSTRACT

 

Yanti, Rini I. 2017. Distribution of Total Dissolved Solid (TDS), Electrical Conductivity (DHL) Values, and Ground Water Flowing Pattern in Singosari Sub-District Malang Regency, Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Burhan Indriawan, S. Si, M. Si, (II) Daeng Achmad S, S. Si, M. Kom.

 

Keywords: ground water, water flowing pattern, ground water quality, TDS, DHL, ground water level

Increasing of population and dense in a population way settlements as well as rapid development of the region are feared that environmental pollution will occur in the ground water and water consumption will increase every year. Continuous water collection that is not balanced by water resources management will make the water difficult to obtain. The purpose of this research is to map the ground water flowing pattern and identify the quality of ground water in Sub-district of Singosari, Malang Regency.

The steps to carry out this research are to do measurements on wells such as position, elevation and measuring ground water level and to know the pattern of water flowing on the surface and the pattern of ground water flowing and ground water level. This research also tested the well water samples to determine the quality of ground water that is the value of TDS and DHL by using the Ministerial Decree of ESDM No. 1451./10/MEM/2000 to determine the feasibility of consumption. All data were analyzed using ArcGis 10.3 to map the surface water flow and ground water flow and map the distribution of TDS and DHL values.

From the results of the research it has been known that the flowing of both surface water and ground water come from the Toyomarto Village and Wonorejo Village which is in the altitude area leading to the villages under it and the two water streams leading into the village in the low area which are Banjararum Village, Watugede Village, and Pagentan Village. The height of the ground water level in this research is known in the range of 441-718 meters above sea level and decreases from north to south and then rises again in the eastern part because the area is in altitude and for the highest ground water level is in Toyomarto Village which is 510-718 masl. The highest value of water quality was in Banjararum Village with TDS value of 371 ppm and DHL value of 756 μS/cm and the lowest value was in Candirenggo Village with 105 ppm and DHL of 195 μS/cm. All Singosari sub-districts are still in a safe condition where no pollution is found and is suitable for consumption and is used in daily activities.