SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN THINKING MAPS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA KELAS X SMAN 2 MALANG

nadya fitriana

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriana, Nadya. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based Learning berbantuan Thinking Maps Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di SMAN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Asim, M.Pd., (II) Drs. Winarto, M.Pd.

 

Kata Kunci: brain based learning, thinking maps, kemampuan berpikir kritis

Permasalahan besar dalam proses pembelajaran saat ini adalah kurangnya usaha pengembangan berpikir yang menuntun siswa untuk berpikir kritis . Salah satu pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah brain based learning berbantuan thinking maps. Model pembelajaran brain based learning merupakan salah satu model pembelajaran berbasis kemampuan otak, yang menekankan pada aktifitas pengelolaan otak dalam pembelajaran. Sedangkan Thinking maps sangat menguntungkan bagi siswa dan guru karena dapat menuangkan ide dan konsep (Long & Carlson, 2011). Konsep gerak harmonis sederhana dapat dituangkan ke dalam thinking maps sehingga siswa mudah mengingat dan memahami konsep tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran model brain based learning berbantuan thinking maps dan mengetahui kemampuan berpikir kritis fisika siswa kelas X SMAN 2 Malang pada pembelajaran brain based learning berbantuan thinking maps.

Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Malang menggunakan metode quasi eksperimen. Desain dalam penelitian ini adalah Post-test only design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan model pembelajaran brain based learning berbantuan thinking maps dan kelas kontrol diberi perlakuan model pembelajaran direct intruction. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lima soal uraian dengan masing-masing indikator berpikir kritis. Setelah data penelitian didapatkan, dilakukan uji t untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada kedua kelas. Sebelum dilakukan uji-t dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan dari hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 2 SMAN 2 Malang dengan pembelajaran menggunakan model brain based learning berbantuan thinking maps dan model pembelajaran direct instruction. Kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPA  SMAN 2 Malang dengan pembelajaran menggunakan model brain based learning berbantuan thinking maps lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran direct instruction.