SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Partikel Nano SnO2 dan Intensitas Cahaya terhadap Dielektrisitas dari Nanofiber PVA-PEG/SnO2

Lisa Amalia Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Amalia Sari, Lisa. 2017. Pengaruh Partikel Nano SnO2 dan Intensitas Cahaya Terhadap Dielektrisitas dari Nanofiber PVA-PEG/SnO2. Skripsi, Program Studi Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing: (1) Dr. Markus Diantoro M.Si, (2) Dr. Sunaryono S.Pd.,M.Si.

 

Kata kunci: Partikel Nano SnO2, Intensitas Cahaya, Dielektrisitas, Nanofiber PVA-PEG/SnO2

 

 Kajian material yang berukuran nano (1-100 nm) dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini disebabkan bahan partikel nano memiliki keunikan baik dari sifat fisik, kimia, listrik, dan magnetik. Keunikan sifat bahan partikel nano, salah satunya ditunjukkan oleh semikonduktor. Salah satu bahan semikonduktor yaitu timah (II) oksida (SnO2). SnO2 memiliki keunikan sifat optik dan listrik, murah serta tidak toksik sehingga memiliki potensi apabila diaplikasikan ke dalam tubuh. PVA (Polyvinyl Alcohol) dan PEG (Polyethlene Glycol) merupakan polimer yang kompatibel dengan tubuh, maka dapat dikompositkan dengan partikel nano SnO2 menjadi sensor tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh partikel nano SnO2 dan intensitas cahaya terhadap dielektrisitas dari nanofiber PVA-PEG/SnO2.

Sintesis partikel nano SnO2 melalui metode sol gel. Penambahan partikel nano SnO2 pada nanofiber PVA-PEG/SnO2 divariasi sebesar 1,5%, 1,75%, 2%, 2,5%, 3,5% dari volume total. Pembuatan nanofiber PVA-PEG/SnO2 yaitu dengan 4,3 mL aquades diaduk 350 rpm dengan suhu 90oC selama 15 menit, kemudian dimasukkan partikel nano SnO2, 111 mikroliter PEG 400, 12,25 mikroliter TMAH, disonikasi 1 jam, dimasukkan PVA 0,5 gram. Sintesis nanofiber PVA-PEG/SnO2 menggunakan teknik elektrospinning karena mampu menghasilkan bentuk senyawa polimer yang dopingnya dapat masuk pada rantai polimer yang disintesis. Pembuatan nanofiber PVA-PEG/SnO2 dalam bentuk film tipis dengan menggunakan substrat glass/ITO yang akan meningkatkan kristalinitas bahan. Pertumbuhan kristalinitas ini akan meningkatkan sifat yang diinginkan dari bahan.

Hasil FTIR menunjukkan nanofiber PVA-PEG/SnO2 telah berhasil disintesis dengan munculnya 2 puncak utama PEG ditambah dengan munculnya puncak SnO2 cocok dengan model. Hasil XRD menunjukkan adanya partikel nano SnO2 di dalam nanofiber PVA-PEG/SnO2 ditunjukkan pada puncak = 26,58o bidang (110) yang dipengaruhi oleh doping partikel nano SnO2.. Hasil citra SEM menunjukkan doping partikel nano SnO2 mengakibatkan adanya granula pada nanofiber PVA-PEG/SnO2. Hasil uji toksisitas tidak menunjukkan ketoksikan dari nanofiber PVA-PEG/SnO2 meskipun telah didoping dengan partikel nano SnO2. Hasil uji antibakteri menggunakan mikro organisme S.Aures tidak terdapat zona bening, yang menandakan nanofiber PVA-PEG/SnO2 tidak memiliki daya antibakteri S.Aures. Intensitas cahaya yang diberikan pada nanofiber PVA-PEG/SnO2 menurunkan nilai konstanta dielektrik dari nanofiber PVA-PEG/SnO2 secara linier.