SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemahaman Konsep Materi Usaha dan Energi Siswa Kelas X melalui Pembelajaran Demonstrasi Interaktif

luluk nur'aini

Abstrak


ABSTRAK

 

Nur’aini, Luluk. 2017. Pemahaman Konsep Materi Usaha dan Energi Siswa Kelas X melalui Pembelajaran Demonstrasi Interaktif. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., (II) Dr. Sutopo, M.Si.

 

Kata Kunci : pemahaman konsep, usaha dan energi, demonstrasi interaktif

 

Konsep usaha dan energi dalam kehidupan sehari-hari berbeda dengan konsep dalam fisika sehingga siswa sering mengalami kesulitan. Pemahaman konsep siswa dalam usaha dan energi dapat ditingkatkan melalui pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, salah satunya adalah demonstrasi interaktif (DI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa melalui pembelajaran DI serta mengetahui kesulitan siswa yang belum teratasi melalui pembelajaran tersebut.

Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan kuantitatif dan kualitatif yaitu mixed methods jenis embedded design. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest sebanyak 13 soal untuk mengetahui gambaran umum dan khusus pengaruh DI terhadap pemahaman konsep. Analisis kuantitatif meliputi deskritif statistik, daya beda, mengukur kekuatan dampak, dan kebermanfaatan pembelajaran. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi dan wawancara untuk mengetahui konsep manakah yang masih sulit dipahami. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas X MIA MA Negeri 1 Malang tahun pelajaran 2016/2017.

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah pembelajaran DI dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hasil ini dapat dilihat dari signifikansi uji t pretest dan posttest 0.000, d-effect size 1.456 (kategori lebih besar sekali dari standar) dan nilai N-gain sebesar 0.205 (kategori rendah). Korelasi pretest dan N-gain bernilai negatif (r = -599) sehingga dapat diketahui  siswa dengan nilai pretest lebih rendah mendapatkan N-gain yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan pretest tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran lebih bermanfaat terhadap siswa dengan pretest rendah. Kesulitan yang dialami siswa meliputi: 1) Membedakan usaha dalam fisika dan kehidupan sehari-hari; 2) Menentukan usaha netto yang bekerja pada sistem, 3) Menerapkan usaha sama dengan perubahan energi kinetik; 4) Menganggap kelajuan dipengaruhi oleh bentuk lintasan; 5) Mengidentifikasi gaya luar yang bekerja pada sistem; 6) Menentukan nilai energi sistem pada kasus gerak parabola.

 Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahui mengapa siswa dengan pretest rendah memiliki N-gain tinggi begitupula sebaliknya. Kuis setiap awal pembelajaran dapat dilakukan kepada siswa terkait materi sebelumnya sehingga mereka termotivasi untuk mempelajari kembali materi yang sudah disampaikan.