SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Discovery Learning Berbantuan Thinking Maps untuk Menngkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Pokok Bahasan Fluida Statis pada Siswa Kelas XI IPA I Madrasah Aliyah Maarif Singosari

Dewi Khusnul Chotimah

Abstrak


ABSTRAK

 

Chotimah, Dewi Khusnul. 2017. Penerapan Discovery Learning Berbantuan Thinking Maps untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Pokok Bahasan Fluida Statis Siswa Kelas XI IPA I Madrasah Aliyah Maarif Singosari, Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Lia Yuliati, M.Pd. (II) Nuril Munfaridah, M.Pd.

 

Kata kunci: discovery learning, thinking maps, kemampuan memecahkan masalah, fluida statis.

Fisika merupakan salah satu matapelajaran di SMA yang penerapannya banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam fisika memerlukan kemampuan pemecahan masalah yang baik.  Berdasarkan observasi di kelas XI IPA I Madrasah Aliyah Maarif Singosari, didapatkan hasil bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa rendah. Kemampuan pemecahan masalah siswa terbatas pada menerapkan persamaan untuk menemukan nilai akhir tanpa menghubungkan dengan konsep materi pada permasalahan fisika. Kemampuan pemecahan masalah yang rendah dapat ditingkatkan menggunakan discovery learning berbantuan thinking maps. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran discovery learning berbantuan thinking maps untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.

Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan 3 kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Masing-masing siklus terdiri dari  4 tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pokok Bahasan ini adalah fluida statis  dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA I Aliyah Maarif Singosari yang terdiri dari 40 siswa dengan rincian 30 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah RPP, Lembar Kerja Peserta Didik, 5 soal pemecahan masalah, lembar keterlaksanaan pembelajaran discovery learning berbantuan thinking maps. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara, observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah, dan rekaman kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan tiga tahap analisis data yaitu, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Kemampuan pemecahan masalah siswa dianalisis berdasarkan 4 tahapan pemecahan masalah yaitu mengenali masalah, merencanakan penyelesaian, menerapkan rencana penyelesaian, dan mengevaluasi solusi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I adalah 81,2 % dan siklus II adalah 93,4 % dengan kriteria sangat baik. Rata-rata kemampuan pemecahkan masalah pada siklus I adalah 61,3 dan pada siklus II adalah 79,8. Kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hasil ini menunjukkan bahwa, penerapan discovery learning berbantuan thinking maps dapat meningkatkan kemampuan pemecahkan masalah. Meskipun begitu, siswa perlu beradaptasi dengan pembelajaran yang diterapkan, sehingga perlu dilakukannya prakondisi jika akan dilakukan pembelajaran serupa dikelas yang lain.