SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Problem Solving untuk Membantu Peserta Didik SMA/MA Menerapkan Konsep Momentum dan Impuls, serta Hukum Kekekalan Momentum dalam Kehidupan Sehari-Hari

Zelin Norma Resty

Abstrak


ABSTRAK

Resty, Zelin Norma. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Problem Solving untuk Membantu Peserta Didik SMA/MA Menerapkan Konsep Momentum dan Impuls, serta Hukum Kekekalan Momentum dalam Kehidupan Sehari-Hari. Skripsi, Program studi pendidikan fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edi Supriana, M. Si. (II) Dr. Markus Diantoro, M. Si.

Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, problem solving (pemecahan masalah)

Tuntutan pembelajaran K-13 berorientasi pada pemecahan masalah. Problem solving (pemecahan masalah) merupakan salah satu tuntutan bagi peserta didik di masa mendatang. Berdasarkan penelitian sebelumnya dan hasil observasi lapangan, kemampuan pemecahan masalah peserta didik masih rendah. Pemecahan masalah fisika pada materi momentum-impuls juga masih belum dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran belum mencapai seperti yang diharapkan. Bahan ajar yang menjadi penunjang dalam pembelajaran yang ada saat ini belum berorientasi pada pemecahan masalah yang dilengkapi dengan langkah-langkahnya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang berbasis pemecahan masalah dengan langkah-langkahnya. Pemecahan masalah dalam bahan ajar yang dikembangkan menggunakan pemecahan masalah Polya dengan empat langkah sebagai berikut. (1) Memahami masalah; (2) Menyusun rencana; (3) Melaksanakan rencana; (4) Meninjau kembali. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut. (1) Menghasilkan bahan ajar yang diharapkan dapat membantu peserta didik menerapkan konsep momentum dan impuls, serta hukum kekekalan momentum dalam kehidupan sehari-hari; dan (2) Mendeskripsikan kelayakan bahan ajar yang meliputi validitas dan kepraktisan bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan uji validitas ahli dan uji coba terbatas calon pengguna.

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan adaptasi dari 4-D (four D-model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et al. (1974). Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa angket validitas bahan ajar dan angket uji coba terbatas. Data penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif  berupa catatan, komentar, dan saran. Data kuantitatif berupa analisis rata-rata dengan skala pencapaian skor 0 – 4,00 dan analisis persentase dengan skala pencapaian skor 0% – 100%. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil berupa catatan, komentar, dan saran yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam perbaikan produk.

Hasil penilaian bahan ajar dari validitas satu orang ahli dengan rata-rata keseluruhan pencapaian skor sebesar 3,92 dari skala 4,00 yang berarti bahan ajar memenuhi kriteria valid dan digunakan dengan revisi sangat kecil. Hasil pencapaian skor dari dua orang guru sebagai calon pengguna sebesar 3,54 dari skala 4,00 yang memenuhi kriteria praktis untuk digunakan. Hasil uji coba terhadap dua belas peserta didik menunjukkan pencapaian skor 100% yang memenuhi kriteria praktis.