SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARANSTRUCTURED INQUIRYDISERTAI RESITASITERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA KELAS XI

Ovita Ardanari

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardanari, Ovita. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Structured Inquiry disertai Resitasi terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D, (II) Drs. Asim, M.Pd.

 

Kata Kunci: Model Structured Inquiry, Resitasi, Prestasi Belajar Fisika

Keberhasilan tujuan pembelajaran fisika bergantung pada bagaimana proses pembelajaran tersebut berlangsung secara efektif. Untuk menciptakan proses pembelajaran efektif, model pembelajaran yang digunakan harus dapat memfasilitasi siswa mengembangkan kemampuan hands-on dan minds-on. Salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah structured inquiry (inkuiri terstruktur). Hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyebutkan bahwa untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penelitian (inquiry learning). Sedangkan pemberian resitasi akan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep fisika yang telah ditemukannya dengan  pemberian pertanyaan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang belajar menggunakan model structured inquiry disertai resitasi dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional.

Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan desain posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI IPA F sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA E sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Prestasi belajar siswa diukur menggunakan instrumen yang berupa tes pilihan ganda. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya beda. Hasil tes diuji prasyarat menggunakan uji normalitas Liliefors dan uji homogenitas Bartlett. Selanjutnya, diadakan uji hipotesis menggunakan t-test dengan taraf signifikansi 1%. Hasil uji t satu sisi prestasi belajar didapat thitung = 3,964>2,647 = ttabel, menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang belajar menggunakan model structured inquiry disertai resitasi lebih tinggi daripada siswa yang belajar menggunakan model konvensional.