SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Fisika Materi Suhu dan Kalor Berbasis Laboratorium dengan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI MAN Gondanglegi

Luthfie Trias Satya Gayatri

Abstrak


ABSTRAK

 

Gayatri, Luthfie Trias Satya. 2017. Pembelajaran Fisika Materi Suhu dan Kalor Berbasis Laboratorium dengan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI MAN Gondanglegi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kadim Masjkur, M.Pd, (II) Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd. 

 

Kata Kunci: laboratorium, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains 

Keterampilan proses sains merupakan kemampuan yang dapat diperoleh secara luas dan sesuai untuk berbagai disiplin ilmu yang mencerminkan perilaku ilmuwan. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis laboratorium mampu meningkatkan keterampilan proses sains. Hal ini tentu ditunjang dengan metode pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai keterampilan proses sains dalam pembelajaran berbasis laboratorium dengan inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains siswa setelah melakukan pembelajaran berbasis laboratorium dengan inkuiri terbimbing. Selain itu untuk mengetahui kesulitan siswa saat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terkait dengan keterampilan proses sains pada aspek keterampilan mengamati, menyusun hipotesis, melakukan percobaan, menyimpulkan dan mengkomunikasikan.

Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method research jenis embedded design. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest siswa pada materi suhu dan kalor. Analisis statistik dilakukan pada data kuantitatif berupa statistik deskriptif, uji beda, d-effect size, serta N-gain ternormalisasi untuk mengetahui gambaran tentang pembelajaran berbasis laboratorium dengan inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Pembelajaran inkuiri terbimbing dilakukan melalui tahapan introduction, questioning, planning, implementing, concluding, dan reporting. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi dan wawancara. Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengetahui keterampilan proses sains apa yang dikuasai dengan baik dan yang belum dikuasai dengan baik oleh siswa.

Berdasarkan hasil analisis, pembelajaran materi suhu dan kalor berbasis laboratorium dengan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Kekuatan peningkatan skor pretest ke posttest diukur menggunakan nilai d-effect size didapatkan hasil 2,08 yang termasuk dalam kategori tinggi dan rata-rata gain ternormalisasi (N-gain) diperoleh hasil 0,73 yang tergolong kategori tinggi. Keterampilan proses sains siswa meningkat terutama pada aspek mengamati dan melakukan percobaan. Siswa kesulitan saat menyusun hipotesis, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meminimalisasi kesulitan siswa pada aspek-aspek tersebut.