SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Inquiry-Discovery Berbantuan PhET Dengan Tinjauan Teoritis Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik SMAN 10 Malang

Nailul Muna

Abstrak


ABSTRAK

 

Muna, Nailul. 2017. Pengaruh Pembelajaran Inquiry-Discovery Berbantuan PhET Dengan Tinjauan Teoritis Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik SMAN 10 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Wartono, M.Pd. Pembimbing (2) Drs. Agus Suyudi, M.Pd.

 

Kata Kunci: inquiry-discovery, PhET, tinjauan teoritis, kemampuan memecahkan masalah.

Aktivitas pembelajaran yang baik tidak hanya difokuskan pada penguasaan konsep peserta didik saja, melainkan keaktifan dan kemandirian peserta didik dalam menemukan informasi mengenai konsep yang dipelajari serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Inquiry-discovery berbantuan PhET dengan tinjauan teoritis menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik melakukan investigasi untuk menemukan konsep yang dipelajari dan memecahkan berbagai permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Inquiry-discovery berbantuan PhET dengan tinjauan teoritis terhadap kemampuan memecahkan masalah serta kemampuan memecahkan masalah pada peserta didik yang berkemampuan awal tinggi dan rendah dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

Penelitian yang dilakukan adalah eksperimen kuasi dengan desain post-test only design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA SMAN 10 Malang tahun ajaran 2016/2017. Sampel terdiri dari dua kelompok, XI MIPA 6G4 dan XI MIPA 6H4. Pengumpulan data kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan soal tes essay yang diberikan kepada peserta didik. Analisis data menggunakan uji t dengan bantuan program software SPSS 19.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah peserta didik antara yang belajar dengan pembelajaran inquiry-discovery berbantuan PhET dengan tinjauan teoritis lebih tinggi daripada yang belajar dengan pembelajaran konvensional dan kemampuan memecahkan masalah peserta didik yang berkemampuan awal tinggi dan rendah yang belajar dengan pembelajaran inquiry-discovery berbantuan PhET dengan tinjauan teoritis lebih tinggi daripada yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan penggunaan pembelajaran inquiry-discovery berbantuan PhET dengan tinjauan teoritis dalam kegiatan pembelajaran sebagai alternatif model pembelajaran lain selain model pembelajaran konvensional.