SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan FIDTI (Fluid Isomorphic Diagnostic Test Inventory) sebagai Instrumen Diagnostik Miskonsepsi Fluida

Mohammad Zaky Tatsar

Abstrak


ABSTRAK

Tatsar, Mohammad, Zaky. 2017. Pengembangan FIDTI (Fluid Isomorphic Diagnostic Test Inventory) sebagai Instrumen Diagnostik Miskonsepsi Fluida. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:          (I) Nuril Munfaridah, S. Pd., M. Pd, (II) Dr. Markus Diantoro, M.Si.

Kata Kunci: Tes Diagnostik, ADDIE, FIDTI, Isomorfik, Fluida, Miskonsepsi.

Telah dilakukan penelitian pengembangan FIDTI (Fluid Isomorphic Diagnostik Test Inventory) sebagai instrumen diagnostik miskonsepsi fluida. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen diagnostik yang layak untuk mengidentifikasi miskonsepsi fluida. Adapun model yang digunakan dalam penelitian pengembangan FIDTI adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Dalam penelitian pengembangan ini menggunakan empat langkah pertama dari model pengembangan ADDIE. Empat tahap tersebut dianggap cukup disesuaikan dengan keadaan dan kelayakan. Produk yang dikembangkan merupakan instrumen penilaian diagnostik dengan karakteristik berbentuk tes objektif pilihan ganda yang memiliki empat pilihan jawaban dengan satu pilihan jawaban benar dan pilihan jawaban lainnya merupakan jawaban salah. Pilihan jawaban produk dikembangkan berdasarkkan jawaban subjek uji coba menggunakan soal uraian yang telah telah dilakukan sebelum produk dikembangkan. Produk yang dikembangkan memiliki kuantitas indikator dan subjek penelitian masing-masing 44,4 % dan 53,6% lebih banyak dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.

Instrumen FIDTI layak digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi peserta didik dengan skor uji validitas sebesar 3,6 dari skor 4. Adapun diagnosis konsepsi produk pada penelitian pengembangan ini menggunakan dua kriteria. Kiteria pertama, instrumen diagnostik FIDTI menyatakan peserta didik memiliki kategori konsepsi, jika peserta didik konsisten memilih pilihan jawaban yang menyatakan kategori konsepsi yang sama pada ketiga soal untuk masing-masing isomorfik dan menyatakan peserta didik tidak memiliki konsepsi. Pada kriteria kedua instrumen diagnostik FIDTI dapat menyatakan peserta didik memiliki kategori konsepsi, jika peserta didik konsisten menjawab benar dua dari ketiga soal pada isomorfik yang sama. Pada kedua kriteria berlaku bahwa instrumen diagnostik FIDTI dapat menyatakan peserta didik tidak memiliki pemahaman konsepsi, jika peserta didik menjawab secara acak ketiga soal pada isomorfik yang sama. Setelah dilakukan analisis hasil uji coba produk diperoleh tingkat rata-rata persentase keakuratan keakuratan diagnosis secara keseluruhan dengan menggunakan kriteria pertama dan kedua masing-masing sebesar 73,8% dan 68,9%.