SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Thinking Maps dalam Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Literasi Sains Kompetensi Siswa SMA Kelas XI pada Materi Fluida Dinamis

Ety Kurniati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniati, Ety. 2017. Pengaruh Thinking Maps dalam Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Literasi Sains Kompetensi Siswa SMA Kelas XI pada Materi Fluida Dinamis. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Parno, M.Si, (II) Nuril Munfaridah, M.Pd

 

Kata Kunci: Literasi Sains Kompetensi, Materi Fluida Dinamis, Model Pembelajaran Problem Based Learning, Thinking Maps

Literasi sains merupakan salah satu aspek dalam pendidikan untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu dimensi dari literasi sains yaitu dimensi kompetensi. Berdasarkan data PISA dan data studi awal bahwa literasi sains kompetensi siswa Indonesia masih rendah. Salah satu pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap literasi sains yaitu problem based learning (PBL). Pemecahan masalah dalam PBL dapat dilakukan dengan menggunakan thinking maps untuk memetakan proses berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh thinking maps dalam model pembelajaran PBL terhadap literasi sains kompetensi siswa kelas XI pada materi fluida dinamis.

Jenis penelitian yang dilakukan yaitu quasi experimental design dengan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random cluster sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes literasi sains kompetensi sebanyak 13 butir soal dengan reliabilitas sebesar 0,849 pada 68 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa lainnya sebagai kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan thinking maps, sedangkan siswa pada kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL. Pada hasil tes dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan menggunakan uji lilliefors dan uji homogenitas dengan menggunakan uji F. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t dengan taraf signifikan 5%. Data pretest digunakan untuk mengetahui keadaaan awal melalui uji t two tail test. Sedangkan hasil data posttest digunakan untuk menguji hipotesis melalui uji t one tail test.

Hasil penelitian ini yaitu hasil uji t literasi sains kompetensi siswa diperoleh thitung= 1,95 < 2 =ttabel(0.05;66). Hasil ini menunjukkan bahwa literasi sains kompetensi siswa yang belajar dengan menggunakan thinking maps dalam model pembelajaran PBL tidak lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran PBL. Hasil ini disebabkan oleh thinking maps yang sulit memetakan proses berpikir siswa pada materi fluida dinamis, waktu terbatas, dan penggunaan thinking maps yang kurang maksimal. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, perlu kajian lebih lanjut tentang penggunaan thinking maps dalam ilmu sains yakni kesesuaian antara pemilihan materi fisika dengan karakteristik thinking maps.