SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) terhadap Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA

Elisabet Novena Nuwul

Abstrak


Keterampilan proses sains sangat penting dikembangkan dalam IPA, karena mampu menjebatani tujuan IPA melalui pemberian pengalam lansung melalui penyelidiki ilmiah dan menjadi kompetensi dasar dalam mengembangkan sikap ilmiah serta keterampilan dalam memecahkan masalah. Nilai keterampilan proses sains siswa pada Tahun 2015 hanya 59,85% siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dan pada tahun 2016 nilai keterampilan prose sains siswa adalah 56,67. Prestasi belajar merupakan taraf keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran disekolah  dalam bentuk skor. Rata-rata nilai ujian nasional Fisika siswa Tahun 2015 adalah 67,43. Penggunaan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan melatih keterampilan proses sains siswa dapat menjadi fasilitasi perkembangan keterampilan proses sains siswa dan prestasi belajar Fisika siswa. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains dan prestasi belajar Fisika siswa  yang belajar dengan model inkuiri terbimbing  lebih tinggi dari pada kelas yang belajar dengan model konvensional.

Penelitian ini  menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan desain prettest-posttest control group design. Penelitian ini mengambil 2 kelas dengan menggunakan metode Cluster Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMAN 01 Puri-Mojokerto. Sampel dalam penelitian ini yaitu X MIA 5 sebagai kelas eksperimen dan X MIA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan selama penelitian divalidasi terlebih dahulu. Indikator keterampilan proses sains yang diukur meliputi: merumuskan masalah, mengajukan hipotesi, memperoleh data, menganalisis data, dan menyimpulkan data sedangkan tes prestasi belajar siswa mencakupi indikator mengingat (C1) sampai menganalisis (C4).

Berdasarkan hasil uji hipotesis keterampilan proses sains siswa diperoleh = 9,887 >  = 1,669(t65,05), maka H0 ditolak dan rerata keterampilan proses sains siswa kelas eksperiemen lebih tinggi dari pada keterampilan proses sains siswa kelas kontrol. Hasil uji hipotesis prestasi belajar Fisika siswa  diperoleh  =3,17289 >  = 1,669(t65,05), maka H0 ditolak  dan rerata prestasi belajar Fisika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada prestasi belajar Fisika kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini, pendidik disarankan untuk menerapkan model inkuiri terbimbing dalam pembelajaran Fisika.