SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Hubungan Kemampuan Awal, Keterampilan Proses Sains, dan Motivasi Belajar Siswa dengan Higher Order Thinking Skills dalam Pembelajaran Berbasis Inquiry

Elys Lidiawati

Abstrak


ABSTRAK

Lidiawati, Elys. 2017. Model Hubungan Kemampuan Awal, Keterampilan

Proses Sains, dan Motivasi Belajar Siswa dengan Higher Order Thinking Skills dalam Pembelajaran Berbasis Inquiry. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd, M.A., (II) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D.

 

Kata Kunci: kemampuan awal, keterampilan proses sains, motivasi belajar,

higher order thinking skills

 

Sasaran dari pengembangan Kurikulum 2013 salah satunya adalah mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Higher order thinking skills dapat dikembangkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis inquiry. Salah satu tujuan dari pembelajaran berbasis inquiry adalah melatih siswa untuk melakukan keterampilan proses sains yang memberikan kesempatan bagi berkembangnya higher order thinking skills. Selain itu, higher order thinking skills  juga dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam diri siswa seperti kecerdasan siswa, kemampuan awal, sikap, bakat, minat, dan motivasi belajar siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan langsung kemampuan awal dengan higher order thinking skills, mengetahui hubungan langsung keterampilan proses sains dengan higher order thinking skills, mengetahui hubungan tidak langsung kemampuan awal melalui motivasi belajar dengan higher order thinking skills, mengetahui hubungan tidak langsung keterampilan proses sains melalui motivasi belajar dengan higher order thinking skills, mengetahui hubungan langsung motivasi belajar dengan higher order thinking skills, mengetahui hubungan langsung secara simultan kemampuan awal, keterampilan proses sains, dan motivasi belajar dengan higher order thinking skills, mengetahui hubungan langsung kemampuan awal dengan motivasi belajar, mengetahui hubungan langsung keterampilan proses sains dengan motivasi belajar, mengetahui hubungan langsung secara simultan kemampuan awal dan keterampilan proses sains dengan motivasi belajar.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis jalur. Data penelitian berupa respon atas angket motivasi belajar dan nilai tes kemampuan awal, keterampilan proses sains, serta higher order thinking skills yang diberikan kepada 67 siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMA Negeri Kesamben Kabupaten Jombang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Instrumen angket digunakan untuk mengumpulkan data motivasi belajar siswa, sedangkan instrumen tes digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan awal, keterampilan proses sains, dan higher order thinking skills siswa.

Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kemampuan awal mempunyai hubungan yang signifikan dengan higher order thinking skills baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi belajar. Kontribusi hubungan kemampuan awal dengan higher order thinking skills secara langsung sebesar 11,8%, sedangkan secara tidak langsung melalui motivasi belajar sebesar 19,9%.  Keterampilan proses sains tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan higher order thinking skills baik secara langsung maupun tidak langsung. Kontribusi hubungan keterampilan proses sains dengan higher order thinking skills secara langsung sebesar 0,6%, sedangkan secara tidak langsung melalui motivasi belajar sebesar 0,0009%. Motivasi belajar mempunyai hubungan langsung yang signifikan dengan higher order thinking skills dengan kontribusi sebesar 11,9%. Kemampuan awal, keterampilan proses sains, dan motivasi belajar mempunyai hubungan secara simultan dengan higher order thinking skills dengan kontribusi sebesar 29,7%. Kemampuan awal mempunyai hubungan langsung yang signifikan dengan motivasi belajar dengan kontribusi sebesar 8,8%. Sementara keterampilan proses sains tidak mempunyai hubungan langsung yang signifikan dengan motivasi belajar dengan kontribusi sebesar 4,9%. Serta kemampuan awal dan keterampilan proses sains mempunyai hubungan secara simultan dengan motivasi belajar dengan kontribusi sebesar 17,0%.

Saran yang dapat diajukan atas hasil penelitian ini, yaitu: (1) Perlu adanya pengkajian ulang mengapa keterampilan proses sains tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan motivasi belajar dan higher order thinking skills, padahal secara teori keterampilan proses sains dapat memberikan motivasi belajar kepada siswa dan melatih siswa untuk mengembangkan higher order thinking skills. 2) Perlu melakukan penelitian lanjutan misalnya dengan memasukkan variabel lain yang berpengaruh terhadap higher order thinking skills seperti kecerdasan siswa, sikap, bakat, dan minat sehingga diperoleh diagram jalur yang lebih kompleks.