SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI MATERI MOMENTUM DAN IMPULS MENGGUNAKAN ISOMORPHIC PROBLEM

Nadiyah El-Haq Diyanahesa

Abstrak


ABSTRAK

 

Nadiyah El-Haq Diyanahesa. 2017. Pengembangan Tes Diagnostik Miskonsepsi pada Materi Momentum dan Impuls Menggunakan Isomorphic Problem.Skripsi, Jurusan Fisika, Program Studi Pendidikan Fisika, FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si., (II) Dr. Eny Latifah, M.Si.

 

Kata Kunci: isomorfik, miskonsepsi, momentum dan impuls

Pengetahuan awal yang dimiliki siswa berpengaruh dalam mengkonstruksi pengetahuan - pengetahuan fisika yang baru. Siswa memasuki kelas dengan berbagai konsepsi yang terbentuk dari pengalaman hidupnya. Konsepsi siswa yang tidak sesuai dengan pandangan masyarakat ilmiah disebut miskonsepsi. Miskonsepsi diyakini kebenarannya oleh siswa dan digunakan secara konsisten. Guru perlu segera mengetahui informasi miskonsepsi pada siswa dengan memberikan tes diagnostik. Instrumen diagnostik yang mengukur lebih akurat penguasaan konsep siswa adalah bentuk soal isomorfik. Soal isomorfik disusun dari beberapa butir soal yang nampak berbeda, namun diselesaikan dengan prinsip yang sama. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen tes diagnostik pilihan ganda isomorfik untuk mengetahui dan menggali konsepsi siswa pada materi momentum dan impuls.

Penelitan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations) yang dikembangkan oleh Mollenda yang hanya diambil sampai langkah keempat. Langkah-langkah pengembangan tersebut terdiri dari: (1) Analysis, (2) Desain, (3) Develop, dan (4) Implement. Sebelum tahap Implement atau uji coba soal isomorfik pilihan ganda pada siswa yang sudah menempuh materi momentum dan impuls, terlebih dahulu divalidasi oleh tiga ahli yaitu satu dosen validator dan dua guru fisika. Produk yang telah direvisi kemudian diujicobakan secara terbatas kepada siswa kelas XI MIA 4 MAN Tlogo Blitar dan kelas X MIA U1 MAN 1 Tulungagung.

Penelitian pengembangan instrumen diagnostik pilihan ganda isomorfik menghasilkan 15 butir soal mencakup 5 indikator diantaranya menganalisis gaya yang diterima benda dalam kasus tumbukan, membandingkan momentum benda yang bergantung pada massa dan kecepatan, mengidentifikasi perubahan momentum sistem benda yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, menganalisis momentum sistem sebelum dan setelah bertumbukan berdasarkan hukum kekekalan momentum, serta menganalisis karakteristik tumbukan benda berdasarkan hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energi. Berdasarkan validasi oleh dua guru fisika dan dosen validator, instrumen soal yang dihasilkan layak digunakan sebagai instrumen diagnostik yang mampu memetakan jenis atau kategori konsepsi siswa serta membedakan antara siswa yang mengalami miskonsepsi dan siswa yang tidak paham konsep. Sekitar 67,8% siswa yang telah menjawab soal uraian masih dikategorikan miskonsepsi. Berdasarkan uji kecocokan dengan soal uraian, soal isomorfik menghasilkan ketepatan yang lebih tinggi dengan mengambil minimal dua jawaban dari tiga soal yang tersedia.

 

ABSTRACT

 

Nadiyah El-Haq Diyanahesa. 2017. Development of Misconceptions Diagnostic Testsin Momentum and Impulse Using Isomorphic Problem. Thesis, Department of Physics, Department of Physics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si., (II) Dr. Eny Latifah, M.Si.

Keywords: isomorphic, misconception, momentum and impulse

Preconception of the students influences to construct knowledge. They entered the classroom with conception formed from daily life. If their conception are not accordance with scientific concepts it’s  called misconceptions. Misconception is believed by students and used consistently. Teachers need to find out information on a student misconceptions by providing diagnostic tests immedietly. Diagnostic instrument that measure more accurately concepts understanding is isomorphic. Problem isomorphic composed of several question in different context and representation, but solved by the same principles. The goal of this study developing a multiple-choice diagnostic test instrument isomorphic to diagnose miconception of students on momentum and impulse.

This study is research and development using ADDIE model (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations). Development steps consist of: (1) Analysis, (2) Design, (3) Develop, and (4) Implement. Before  Implement steps, test instrument validated by lecture and two teachers. The instrument have been revised administered to students of class XI MIA 4 MAN Tlogo Blitar and  X MIA U1 MAN 1 Tulungagung.

Results of this study are 15 items multiple choice diagnostic instruments isomorphic belongs five indicators there are analyzing the received forces of objects in the collision case, comparing the momentum of objects dependent on mass and velocity, identifying the momentum changes of object systems influenced by external factors, analyzing the momentum of the system before and after collisions based on the law of conservation of momentum, and analyzing the collision characteristics of objects based on the eternal law momentum and energy conservation laws. Based on the validation by two physics teachers and lecturers, instrument accordance used as a diagnostic instrument capable to distinguish between students misconceptions and naive concept. Around 67.8% of students who have answered the description are still misconceptions. Based on the test analysis aaccordance with open ended question instrument test diagnostic isomorphic produce higher accuracy by taking two of the three questions the answers provided.