SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Project Based Learning Materi Medan Magnet untuk Siswa SMA/MA

Herdiana Rizki Amalia

Abstrak


ABSTRAK

 

Amalia, Herdiana Rizki. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Project Based Learning Materi Medan Magnet untuk Siswa SMA/MA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D., (II) Nandang Mufti, S.Si, M.T., Ph.D.

 

Kata Kunci : bahan ajar fisika, project based learning, medan magnet

Kurikulum 2013 menekankan prinsip pembelajaran yang aktif dan juga meningkatkan keterampilan aplikatif berupa pengembangan karya kontekstual. Pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan dengan menerapkan model project based learning sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Pembelajaran yang menerapkan model project based learning dapat ditunjang salah satunya dengan bahan ajar yang memenuhi sintaks model project based learning. Survey lapangan menunjukkan bahwa bahan ajar fisika SMA yang digunakan siswa belum ada yang sesuai model pembelajaran project based learning. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tema “Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Project Based Learning Materi Medan Magnet untuk Siswa SMA/MA”.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar fisika berbasis project based learning untuk siswa SMA/MA pada materi medan magnet dan mengetahui kelayakan bahan ajar fisika berbasis project based learning untuk siswa SMA/MA pada materi medan magnet.

Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Borg dan Gall dan melakukan empat dari sepuluh langkah, yaitu : 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan draf produk; 4) uji coba lapangan awal. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa angket untuk validasi bahan ajar dan uji coba keterbacaan.  Angket yang digunakan adalah angket validasi bahan ajar yang terdiri dari angket validasi konten, angket validasi kelayakan konstruk, dan angket validasi kesesuaian dengan model project based learning, serta angket keterbacaan siswa.

Bahan ajar yang sudah dikembangkan divalidasi oleh ahli. Hasil validasi menunjukkan bahwa secara keseluruhan bahan ajar memperoleh hasil rata-rata sebesar 3,44. Pada validasi konten, bahan ajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,43. Pada validasi kelayakan konstruk, bahan ajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,38. Pada validasi kesesuaian dengan model project based learning, bahan ajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,52. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar fisika yang dikembangkan memiliki kriteria valid. Bahan ajar direvisi sesuai dengan hasil komentar dan saran dari validator kemudian diuji coba keterbacaan. Hasil persentase keterbacaan bahan ajar oleh siswa adalah 83,66%. Secara keseluruhan bahan ajar dinyatakan baik serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, saran peneliti kepada peneliti lain adalah melakukan uji efektivitas bahan ajar dalam bentuk penelitian eksperimen.