SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Integrasi Thinking Maps dalam Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Peserta Didik Kelas XI SMAN 9 Malang pada Materi Fluida Dinamis

Cikita Bella Nurbaya

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurbaya, C.B. 2017. Pengaruh Integrasi Thinking Maps dalam Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Peserta Didik Kelas XI SMAN 9 Malang pada Materi Fluida Dinamis. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd (II) Drs. Kadim Masjkur, M.Pd.

                                 

Kata Kunci: Problem Based Learning, Thinking Maps, Kemampuan Pemecahan Masalah.

Salah satu materi yang dianggap sulit adalah materi Fluida dinamis. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan hukum kontinuitas dan hukum Bernoulli karena terlalu banyak rumus yang digunakan dan peserta didik hanya menghafal rumus saja tanpa memahaminya. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah model PBL. PBL merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Keberadaan model PBL yang diintegrasikan dengan thinking maps memberikan kebebasan peserta didik untuk lebih berpikir kreatif dan aktif berpartisipasi dalam pencarian informasi untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan thinking maps pada pembelajaran PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas XI SMAN 9 Malang.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-MIA F sebagai kelas eksperimen dan kelas X-MIA H sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) silabus; 2) RPP; 3) LKPD; 4) instrumen keterlaksanaan pembelajaran; dan 5) tes kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari 8 butir soal essay . Tes  kemampuan pemecahan masalah adalah cara untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan langkah-langkah sistematis meliputi mengenali masalah, merencanakan strategi, menerapkan strategi, dan mengevaluasi solusi. Hasil tes diuji prasyarat menggunakan uji normalitas Chi-Square dan uji homogenitas Fisher. Selanjutnya, dilanjutkan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%.

Hasil uji-t didapat bahwa thitung=2,090 dan ttabel=2,048. thitung lebih besar dari ttabel, sehingga disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol. Hasil  posttest menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol (81,38>76,87). Penggunaan thinking maps dapat membantu peserta didik dalam menentukan strategi yang digunakan dalam memecahkan masalah, sedangkan peserta didik yang tidak menggunakan thinking maps mengalami kesulitan dalam memilih strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk analisis penggunaan thinking maps oleh peserta didik terhadap materi yang sesuai.