SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY-HEURISTIK VEE TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA KELAS X

Una Desy Azarine

Abstrak


ABSTRAK

 

Azarine, Una Desy. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry-Heuristik Vee Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA Kekas X. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edi Supriana, M.Si, (II) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D.

 

Kata kunci: Inquiry, Heuristik Vee, Prestasi Belajar

Kualitas pendidikan sains di Indonesia, khususnya fisika saat ini masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa dalam ujian nasional pada tahun 2014/2015 yakni rerata ujian nasional pada mata pelajaran fisika secara keseluruhan adalah 67,3. Pada kurikulum 2013 revisi 2016 pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran yang berbasis penyingkapan/penelitian. Siswa dituntut untuk membangun pengetahuannya sendiri serta berperan aktif dalam proses pembelajaran sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator, penyaji dan penilai. Oleh karena itu, peneliti berupaya menggunakan salah satu model pembelajaran yang berbasis penelitian yang dapat membantu siswa dalam menemukan pengetahuannya sendiri yaitu model pembelajaran inquiry-heuristik vee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry-heuristik vee dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry.

Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Kejayan. Sampel yang digunakan yaitu kelas X MIA 5 sebagai kelas kontrol dan X MIA 6 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa tes prestasi belajar fisika, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji analisis. Dalam uji prasyarat digunakan uji liliefors untuk uji normalitas dan uji F untuk uji homogenitas. Setelah memenuhi uji prasyarat kemudian dilakukan uji analisis hipotesis menggunakan uji t-one tailed.

Hasil analisis data didapatkan rata-rata peningkatan prestasi belajar pada kelas eksperimen adalah 44,84 dan pada kelas kontrol adalah 37,00. Uji analisis hipotesis menggunakan uji t-one tailed didapatkan thitung = 5,212 ≥ 1,671 = ttabel.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiry-heuristik vee lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiry.