SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Modeling Instruction Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika SMAN 8 Malang

Putu Clarissa Parami Santuthi

Abstrak


ABSTRAK

 

Santuthi, Putu Clarissa Parami. 2017. Pengaruh Modeling Instruction terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika SMAN 8 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Suyudi,M.pd.,              (II) Dr. Supriyono Koes Handayanto, M.pd, M.A.

 

Kata Kunci : Modeling Instruction dan Kemampuan pemecahan masalah.

Kemampuan pemecahan masalah menjadi tuntutan pembelajaran fisika menurut Kurikulum 2013. Setiap manusia diharapkan mampu berpikir secara kritis, lateral dan sistematik dalam memecahkan masalah dan memiliki potensi berpikir reflektif untuk memecahkan suatu permasalahan yang akan dihadapi di masyarakat. Hal tersebut mengharuskan setiap individu untuk mempunyai kemampuan pemecahan masalah fisika. Kemampuan pemecahan masalah fisika menuntut siswa  mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep-konsep fisika yang berhubungan dengan kegiatan sehari- hari. Model pembelajaran yang melatih kemampuan pemecahan masalah siswa yaitu modeling instruction. Modeling instruction merupakan model pembelajaran yang memberikan siswa kesempatan yang banyak untuk berlatih memecahkan masalah melalui representasi gambar, grafik, atau persamaan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh modeling instruction terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Rancangan penelitian  yang digunakan yaitu Pre- and Posttest Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 8 Malang yang terdiri dari lima kelas sebagai populasi penelitian, sedangkan sampel yang digunakan yaitu kelas X MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Setiap kelas  yang menjadi subjek penelitian terdiri dari 34 siswa. Data penelitian berupa data kemampuan pemecahan masalah awal (pretest) dan data kemampuan pemecahan masalah akhir (posttest). Instrumen yang digunakan adalah intrumen perlakuan dan pengukuran. Instrumen perlakuan meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan LKS, sedangkan instrumen pengukurannya berupa soal kemampuan pemecahan masalah dengan jumlah 10 butir soal essay yang diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu. Kemudian dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas selanjutnya data dianalisis dengan anakova.

Hasil perhitungan mendapatkan nilai Fhitung =28,05 >Ftabel = 3,93 dengan signifikansi 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelas modeling instruction dengan kelas kontrol. Rata – rata nilai posttest kemampuan pemecahan masalah kelas modeling instruction sebesar 70,65 lebih tinggi daripada kelas konvensional sebesar 60,64 . Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh modeling instruction terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika.