SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis PBL (Problem Based Learning) Pokok Bahasan Hukum Newton Tentang Gerak untuk Siswa SMA/MA

ELISABETH VENNYCHARISA AGAYU

Abstrak


ABSTRAK

 

Agayu, Elisabeth,V. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis PBL (Problem Based Learning) Pokok Bahasan Hukum Newton Tentang Gerak untuk Siswa SMA/MA. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D, (II) Arif Hidayat, Prof., Dr., M.Si, H.

 

Kata Kunci: Bahan Ajar Fisika Berbasis PBL (Problem Based Learning, Hukum Newton Tentang Gerak.

Dasar dari penelitian pengembangan ini adalah tuntutan Kurikukum 2013 yaitu pembelajaran yang terfokus pada siswa dan siswa dapat mengembangkan atau menemukan pengetahuannya sendiri melalui peristiwa nyata. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis PBL pada pokok bahasan hukum Newton tentang gerak untuk siswa SMA/MA. Bahan ajar berbasis PBL berupa buku cetak siswa ini membantu dalam belajar aktif, diawali dengan orientasi masalah dan dikembangkan sesuai sintak PBL (Problem Based Learning).

Penelitian menggunakan model 4-D (Thiagarajan & Sivasailman, 1974) untuk menyesuaikan kebutuhan, pelaksanaan dikembangkan sampai tahap ke tiga  atau 3-D yaitu define (perencanaan), design (perancangan) dan development (pengembangan). Uji validasi produk dilakukan oleh tiga validasi ahli yang terdiri dari satu dosen Fisika dan dua guru SMA mata pelajaran Fisika, kemudian uji keterbacaan dilakukan kepada lima belas siswa XI MIPA 5 SMAN 2 Malang. Angket validasi ahli berupa skala Likert yang terdiri dari aspek konstruk (penyajian dan bahasa), konten (isi) dan kesesuaian model (sesuai sintak PBL) sedangkan untuk angket keterbacaan hanya tersedia pilihan ‘ya’ dan ‘tidak’.

Hasil dari validasi ahli menunjukkan bahan ajar valid dalam segi konten, konstruk dan sesesuaian model PBL dengan nilai rata-rata 3,89. Penyempurnaan dilakukan pada bahan ajar sesuai dengan kesalahan, komentar dan saran dari para ahli. Bahan ajar juga memiliki aspek keterbacaan yang tinggi dari siswa dengan persentase 98,9% siswa memilih ‘ya’. Kelebihan bahan ajar ini berbasis PBL, sesuai K13, orientasi masalah dilengkapi video, tersedia LKPD, contoh soal, latihan soal, uji kompetensi beserta kunci, sajian guru terlampir silabus, RPP, intrumen penilaian (kognnitif, sikap/diskusi, ketrampilan). Kekurangan bahan ajar ini materi terbatas pada KD 3.7 dan 4.7 dan belum diketahui keefektivitasnya karena belum diujikan penggunaannya secara 9 JS (keseluruhan materi) di beberapa kelas.