SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Mind Mapping dalam Model Pembelajaran Guided Inquiry Terhadap Literasi Sains Kompetensi Siswa Kelas XI SMAN 2 Lumajang Materi Fluida Dinamis

mega oktavia

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktavia, Mega. 2017. Pengaruh Mind Mapping dalam Model Pembelajaran Guided Inquiry Terhadap Literasi Sains Kompetensi Siswa Kelas XI SMAN 2 Lumajang Materi Fluida Dinamis. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Parno, Msi, (II) Nuril Munfaridah, M.Pd

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Guided Inquiry, Mind Mapping, Literasi Sains Kompetensi

Literasi sains kompetensi dalam pembelajaran kurikulum 2013 perlu untuk di kembangkan untuk  mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Guided Inquiry merupakan pembelajaran yang memungkinkan mengembangan kemampuan literasi sains dikarenakan siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari sehingga lebih konseptual. Penggunaan mind mapping dalam Guided Inquiry membantu siswa dalam mengubungkan keterkaitan antar konsep sehingga siswa lebih mudah memahami masalah  dengan mengaitkan materi yang dipelajari. Selain itu, mind mapping memiliki struktur yang bebas sehingga tidak dibatasi dalam menunangkan ide menggunakan gambar, simbol dan warna. Model pembelajaran Guided Inquiry dengan bantuan mind mapping dapat digunakan untuk memfasilitasi berkembangnya literasi sains kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mind mapping dalam model pembelajaran Guided Inquiry terhadap literasi sains kompetensi siswa.

Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memeberikan tes literasi sains kompetensi sebanyak 13 soal uraian dengan reliabilitas 0,83 pada 56 siswa SMAN 2 Lumajang yang terdiri dari 28 siswa kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa kelas XI MIA 5 sebagai kelas kontrol. Pembelajaran  pada kelas eksperimen menggunakan mind mapping dalam pembelajaran Guided Inquiry, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry. Instrumen yang digunakan telah melalui uji ahli sebelum digunakan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji- t dengan taraf signifikansi 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan Guided Inquiry berbantuan mind mapping memiliki rata-rata literasi sains kompetensi siswa lebih tinggi yaitu 80,60 dibandingkan dengan rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Guided Inquiry yaitu 71,71. Hasil ini diindikasikan oleh hasil uji t-test literasi sains kompetensi siswa didapatkan thitung = 2,29 >  2,00 = ttabel(60;0,05). Hasil ini diperoleh dikarenakan mind mapping dalam Guided Inquiry membantu siswa memahami keseluruhan isi materi melalui pengorganisasian antar konsep sehingga siswa lebih memahami materi yang dipelajari dan mampu menerapkan konsep yang didapat disekolah dengan permasalahan yang ada di kehidupan sekitar.  Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk mengkaji pengaruh mind mapping dalam model pembelajaran Guided Inquiry terhadap literasi sains pada dimensi yang lain seperti pada dimensi konten, konteks dan sikap.