SKRIPSI Jurusan Fisika - Fakultas MIPA UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengukuran Fisis Metode Geoelektrik Resistivity untuk Mendeteksi Batuan Hematit dengan Resistivitymeter SamRes2

Nasrin .

Abstrak


ABSTRAK

 

Nasrin. 2011. Pengukuran Fisis Metode Geoelektrik Resistivity untuk Mendeteksi Batuan Hematit dengan Resistivitymeter SamRes2. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Samsul Hidayat S.Si, M.T (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si, M.Kom.

 

Kata kunci: Pengukuran, Geoelektrik, Resistivity, Hematit, SamRes2.

 

Kebutuhan masyarakat terhadap persediaan material besi dan turunannya menyebabkan pentingnya eksplorasi serta pengembangan metode-metode yang lebih efektif dalam eksplorasi tambang bijih besi di lapangan. Seiring dengan hal itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknik instrumentasi geofisika dewasa ini, telah memberikan wacana baru dalam pengembangan model dan aplikasi geoelektrik di bidang pertambangan. Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi sumber daya alam khususnya mineral bijih besi, tergolong sebagai negara berkembang dengan kebutuhan besi yang cukup tinggi sebagai bahan utama dalam pembangunan infrastrukturnya. Salah satu batuan yang mengandung mineral besi yang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam produksi besi adalah batu hematit. Hematit atau bijih besi merah adalah salah satu jenis batuan beku yang memiliki kandungan unsur besi (Fe) cukup tinggi. Kadar besi (Fe) dalam batu hematit dapat mencapai 70%.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi metode geoelektrik dalam mendeteksi batuan hematit di dalam tanah, dengan mengidentifikasi pola distribusi resistivitas akibat adanya batu hematit dalam tanah. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi resistivitymeter SamRes2.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif  kuantitatif. Data primer dalam penelitian meliputi harga beda potensial, kuat arus, dan jarak antar elektrode resistivitymeter. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Software Res2dinV untuk mengetahui komposisi material bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Pengumpulan data diawali dengan melakukan survey tempat penelitian, analisis XRF kandungan unsur sampel, pengukuran resistivitas sampel menggunakan metode empat probe, serta penghitungan nilai resistivitas material penyusun tanah di area penelitian. Peralatan utama dalam penelitian ini adalah sumber tegangan DC dan resistivitymeter SamRes2.

Metode pengukuran yang digunakan adalah metode sounding-mapping dengan konfigurasi Schlumberger. Volume batu hematit yang dijadikan sampel penelitian adalah 60 dm3  dan ditanam pada kedalaman 120 cm, dengan jarak permukaan atas sampel dari permukaan tanah 80 cm.

Berdasarkan hasil interpretasi software Res2dinV ver 3.54x diketahui pola anomali yang disebabkan oleh batuan hematit dalam tanah. Kedalaman permukaan atas batu hematit hasil interpretasi data dari permukaan tanah adalah 72 cm. Dengan membandingkan kedalaman hasil interpretasi Res2dinV dan kedalaman sebenarnya didapatkan nilai akurasi pengukuran alat resistivitymeter SamRes2 sebesar 90%.