SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN BONGGOL KAYU JATI DI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN

Gempur Arif Bahtiar

Abstrak


RINGKASAN

Bahtiar, Arif Gempur. 2019. Strategi Pengembangan Usaha Industri Kerajinan Bonggol Kayu Jati Di Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. (II) Dr. Imam Muklis, SE, M.Si

Kata Kunci: Industri kerajinan bonggol kayu jati, pengembangan usaha, SWOT

Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi suatu hal yang sangat penting, mengingat bahwa UKM memiliki peran yang sangat peting demi pertumbuhan ekonomi suatu Negara termasuk Indonesia. Terbukti bahwa UKM tahan terhadap berbagai krisis Ekonomi yang telah terjadi di Indonesia dan Negara lainnya. UKM memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usahanya dalam merekrut tenaga kerja. UKM juga berperan dalam pendistribusian hasil – hasil pembangunan dan merupakan motto penggerak pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional. Industri yang dapat dikembangkan di Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun adalah Industri Kerajinan Bonggol Kayu Jati.

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui

(1) Bagaimana faktor penghambat dan faktor pendorong kemajuan industri Kerajinan Bonggol Kayu Jati Di Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun,

(2) Strategi apa saja yang dapat diterapkan bagi pengembangan industri Kerajinan Bonggol Kayu Jati Di Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan cara  observasi secara langsung, metode wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini terletak di Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor internal memiliki kekuatan pada bahan baku menggunakan limbah bonggol kayu jati, kualitas produk yang terjaga, inovasi desain yang menarik dan menggunakan peralatan yang modern serta memiliki kelemahan pada modal usaha yang kurang,mencukupi, promosi kurang efektif, penghasilan yang tidak menentu, dan Keterbatasan Sumber Daya Manusia dengan kualitas yang baik. Sedangkan faktor eksternal memiliki peluang berupa Inovasi baru dengan bahan dasar bonggol kayu jati, perkembangan teknologi informasi dan potensi pasar yang besar, serta memiliki ancaman berupa Ketersediaan bahan baku yang sulit, Persaingan harga jual produk dan Penjualan tidak menentu.