SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prospek Kampung Budaya Polowijen Terhadap Pembangunan BerkelanjutanvBerbasis Ekonomi Kreatif (Studi Kasus Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang).

Reyhan Santoso Almer

Abstrak


RINGKASAN

Reyhan, Santoso Almer. 2019.  Prospek Kampung Budaya Polowijen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan v Berbasis Ekonomi Kreatif (Studi Kasus Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang). Skripsi, Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Sc.

Kata kunci: Pembangunan Berkelanjutan, Ekonomi Kreatif

Kampung Budaya Polowijen adalah salah satu desa tematik yang mengusung tema budaya lokal Malang. Lokasi kampung ini berada di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Malang. Dari kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya yang ada di Polowijen yang dulunya merupakan kawasan kumuh di Kota Malang karena berada di pinggi sungai.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksplorasi. Dengan data yang digunakan adalah data wawancara langsung kepada para pihak yang bersangkutan, baik penyelenggara, anggota, maupun masyarakat. Peneliti bertindak sebagai intument dalam mengumpulkan data dengan pengamatan Lapangan secara langsung dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Untuk memeriksa validitas data yang digunakan untuk pengamatan, peningkatan kegigihan, Triangulasi, dan member chek.

Dari hasil analisis data, para peneliti mendapatkan fakta bagaimana Prospek Kegiatan Kampung Budaya Polowijen Terhadap Pengembangan Budaya Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Kreatif dengan mengamati teori yang digunakan oleh para peneliti, yaitu teori Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif. Kedua teori berhubungan satu sama lain yang berisi tentang aspek apa yang harus dipenuhi agar prospek berjalan dengan baik. Dari teori manajemen, memanfaatkan modal serta tenaga kerja adalah masyarakat itu sendiri. Mengenai pembangunan berkelanjutan yang memiliki aspek ekologi, aspek ekonomi, aspek sosial, manajemen dengan masyarakat Polosesame telah tiga aspek dan pada akhirnya memiliki dampak yang baik bagi masyarakat sekitar desa.