SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Usaha KulinerberbasisEkonomiKreatifUntukMeningkatkanPendapatan di Kabupaten Malang (studikasus diDesaNgadirejoKabupaten Malang)

Eka Prabawa I Gede Sandyoga

Abstrak


Ringkasan

Eka Prabawa, I GD Sandyoga. 2019.  Pengembangan Usaha Kuliner berbasis Ekonomi Kreatif Untuk Meningkatkan Pendapatan di Kabupaten Malang (studi kasus di Desa Ngadirejo Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negri Malang. Pembimbing Dr. Nasikh, SE, MP, M.PD.

Kata kunci: SWOT analisis, UMKM, Strategi Pengembangan UMKM, Ekonomi Kreatif

Pertumbuhan dan pengembangan ekonomi UMKM yang mamasuki face baru untuk bersaing sudah berubah. Keunggulan dalam perekonomian dunia bukan hanya dari teknologi melainkan keunggulan daya saing yang khususnya inovatif dan kreatifitas. UMKM yang memiliki kedudukan potensi yang harus lebih meningkatkan perekonomian nasioal harus lebih meningkatkan daya saing dengan melakukan inivasi di sektor kuliner. Usaha kuliner merupakan usaha yang mempunyai prospek yang bagus dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku-pelaku yang memiliki kreatifitas.

Metode penelitian yang digunakan dengan penelitian pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui strategi pembangunan usaha selaku pengusaha kuliner di kawasan pariwisata alam di Desa Ngadirejo. Faktor internal usaha kuliner kretaif di Desa Ngadirejo Kabupaten Malang yaitu kekuatan adalah

(1) Biaya modal rendah

(2) Produk dikemas sendiri

(3) Pembuatan produk secara tradisional

(4) Bahan baku mudah didapat sedangkan untuk kelamahan dari Usaha Kuliner Kreatif adalah

(1) Belum menggunakan teknologi dalam pemasaran

(2) Persaingan pasar yang tinggi. Sedangkan faktor peluang eksternal Usaha kuliner Kreatif adalah

(1) Adanya supplayer

(2) Tenaga kerja yang cepat tanggap

(3) Adanya innovator untuk pengambangan rasa.

Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang diterapkan pelaku usaha kuliner Desa Ngadirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yaitu dengan kekuatan peluang dan strategi SO (Strenght-Opportunity) diperoleh faktor yang harus dipertahankan kualitas produksi, Pada startegi ST (Strenght-Threat) diperoleh perusahaan harus mempertahankan  produk rasa kuliner. Begitu juga dengan kelemahan dan peluang atau strategi WO (Weakness-Opportunity) meningkatkan kegiatan promosi dengan memanfaatkan kecangihan teknologi melalui media social, yang terakhir antara kelemahan dan ancaman atau strategi WT (Weaknes-Threat) memberikan bahan-bahan baku yang benar-benar aman dikonsumsi dan mempertahankan hubungan baik dengan konsumen serta Mempertahankan harga di antara persaingan pasar dengan pembuatan cara tradisional.

 

SUMMARY

Eka Prabawa, I GD Sandyoga, 2019.  Development creative economy-based of culinary business to increase income in Malang Regency (Case study in Ngadirejo Village, Malang Regency). Sarjana’s Thesis. Departement of Economic Development, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. Nasikh, SE, MP, M.PD.

Keywords: SWOT Analysis; Micro, Small, Medium Enterpsises (MSME); Development Strategy of MSME: Creative Economy.

Changing of competition in economic growth and develompment MSME entering a new phase. Excellence in the world of economic is not only from technology, but also competitive advantage, especially innovative and creative. MSME who has a potential position that must further enhance the national economy must increase competitivenes by invading the culinary sector. Culinary business is a business that has good processes and is able to improve the welware of person who have creativity.

The research method used a descriptive qualitative approach with a case study method. The study aims to analyze, and find out business development strategy of culinary business entrepreneurs in natural tourism area Ngadirejo Village.  Culinary internal business factors in Ngadirejo Villace, Malang Regency are strength such as

(1) low capital cost,

(2) self-packed products,

(3) traditional manufacturing of products,

(4) raw materials are easy to obtain. Whreas, the weaknesses such as

(1) marketing that have not used the technology yet,

(2) high market competition. Culinary external business factor are opportunity factor such as

(1) supplier,

(2) responsive labour,

(3) innovation for flavour development.

Based on the results obtained that strategies applied by culinary entrepreneurs in Ngadirejo Village, Jabung Sub-district, Malang Regency are Strength-Opportunity (SO) factors that must be maintained the quality of production. The Strength-Threat (ST) strategy obtained that the company must maintain culinary taste products. As well as Weakness-Opportunity (WO) strategy to increase promotion event by utilizing high technological through social media. The last Weakness-Threats (WT) strategy to provide raw materials that are truly safe for consumption and to maintain good relations with consumers and prices among market competition by making traditional ways.