SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Dinamika Kehidupan Ekonomi Pengusaha Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

Cahyati Ningsih Cici

Abstrak


RINGKASAN

Cahyati N, Cici. 2019.  Analisis Dinamika Kehidupan Ekonomi Pengusaha Bordir di  Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Ekonomi  Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ro’ufah Inayati,S.Pd, M.Pd

Kata Kunci : Dinamika Kehidupan Ekonomi, Pengelolaan Keuangan, Motif  Ekonomi, Kegiatan Ekonomi, Pendidikan Ekonomi Keluarga

Permasalahan negara yang sering terjadi yaitu pengangguran dan kemiskinan. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah peran usaha mikro kecil menengah. Kabupaten Pasuruan merupakan Kabupaten yang peduli akan ekonomi kreatif dan mendukung keberadaan peran usaha mikro kecil menengah dengan program yang telah diberikan. Salah satu produk unggulan Kabupaten Pasuruan adalah bordir dengan usaha terbanyak di Kecamatan Bangil. Fenomena yang terjadi saat ini yaitu toko bordir pada sentra produk unggulan Kabupaten Pasuruan di Pogar Bangil telah ditutup dan pesatnya usaha bordir di dalam maupun di luar daerah Bangil mengakibatkan banyaknya persaingan bisnis sehingga kondisi tersebut mempengaruhi kehidupan ekonomi pengusaha bordir.

Fokus penelitian ini yaitu menganalisisis dinamika kehidupan ekonomi pengusaha bordir di Kecamatan Bangil dilihat dari pengelolaan keuangan, motif ekonomi, kegiatan ekonomi dan pendidikan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian fenomenologi dimana subjek dipilih dengan cara purposive sampling. Prosedur pengumpulan data menggunkan observasi dan wawancara sedangkan tahapan analisis data yaitu  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verivikasi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kehidupan ekonomi pengusaha bordir Bangil dilihat dari segi pengelolaan keuangan yaitu sebagian pengusaha telah melakukan pengelolaan keuangan dengan cukup baik hal tersebut dibuktikan dengan penerapan perencanaan, pencatatan, pelaporan jika dibutuhkan dan pengendalian dalam keuangannya serta sebagian besar pengusaha sudah mempersiapakan masa depan dengan menyisihkan keuangan untuk kegiatan menabung dan investasi. Motif ekonomi yang mendorong pengusaha memproduksi bordir relatif sama yaitu adanya motif mencari laba, memenuhi kebutuhan dan motif sosial sedangkan motif penghargaan hanya dimiliki oleh pengusaha lama dalam menjalankan usaha bordir. Dilihat dari segi kegiatan ekonomi menunjukkan bordir Bangil mengalami penurunan setiap tahunnya dengan peningkatan produksi hanya menjelang Idul Fitri, saluran distirbusi yang digunakan rata-rata sama, sedangkan konsumsi yang dilakukan adalah untuk kebutuhan produksi dan kebutuhan rumah tangga dengan ragam barang dan jasa yang berbeda-beda. Pendidikan terhadap anak penting dilakukan orangtua khusunya yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yaitu pengelolaan keuangan dan kegiatan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan pengusaha bordir Bangil memberikan tuntutan perilaku relevan yaitu pembiasaan menabung, keteladanan berwirausaha, diskusi produk usaha dan pengontrolan konsumsi anak dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

 

SUMMARY

Cahyati N, Cici. 2019.  Analysis of the Dynamics Economic Life of Embroidery  Entrepreneurs in Bangil District Pasuruan Regency. Sarjana’s Thesis. Departement of Economic Development, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Ro'ufah Inayati, S.Pd, M.Pd

Keywords: Dynamics of Economic Life, Financial Management, Motives Economics, Economic Activities, Family Economic Education

The country's problems that often occur are debate and poverty that can be done overcome with the role of micro, small and medium enterprises. Pasuruan Regency is a Regency that cares about the creative economy and supports the role of small micro with the programs that have been given. One of the superior products of Pasuruan Regency is embroidery with the most business in Bangil District. The phenomenon that is currently happening is the embroidery shop in the center of the flagship product of Pasuruan Regency in Pogar Bangil has been closed and the development of embroidery business inside and outside the Bangil area is trying to increase business competition in accordance with these expectations

The focus of this study is to analyze the dynamics of the economic life of embroidery entrepreneurs in Bangil Subdistrict in terms of financial management, economic motives, economic activities and family economic education. This study uses a qualitative approach with a type of phenomenological research where subjects are chosen by purposive sampling. The procedure of data collection uses observation and interviews while the stages of data analysis are data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing and verification

The results of this study indicate that the dynamics of the economic life of embroidery entrepreneurs Bangil seen in terms of financial management that some entrepreneurs have done financial management well this is evidenced by the implementation of planning, recording, reporting and control in their finances and most entrepreneurs have prepared the future by setting aside financial for savings and investment activities. Economic motives that encourage entrepreneurs to produce embroidery on the same level, namely the motive of looking for profit, fulfilling social needs and motives, while the motif of appreciation is only owned by old players in the embroidery business. In terms of economic activities, Bangil's embroidery has decreased every year. The embroidery production activities of each entrepreneur are different, this is influenced by product variations, the distribution channels used are the same, while consumption is for capital and daily needs with a variety of different goods and services. Education for children is important for parents, especially those related to daily life, namely financial management and economic activities. The results showed that Bangil embroidery entrepreneurs gave demands for relevant behavior namely habitual saving , entrepreneurial exemplary, discussion of embroidery product and controlling children's consumption was done in different ways.