SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Think Pair Share (TPS) pada Mata Pelajaran Ekonomi Ditinjau dari Keaktifan Siswa SMA Brawijaya Smart School Malang

Septiany Dwi Naddya

Abstrak


PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG

Naddya Dwi Septiany1, Prih Hardinto2

1. Economic Education Program, Faculty of Economics, State University Malang

2. Economic Education Program, Faculty of Economics, State University Malang

naddyadwiseptiany@gmail.com , prih.hardinto.fe@um.ac.id 

ABSTRACT

The purpose of this research aims to determine the differences of student learning outcomes, who taught using cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD) and cooperative learning model type Student Teams Think Pair Share (TPS). In addition, this research aims to determine the difference in learning outcomes of students taught using cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) and Think Pair Share (TPS) for active students and students who are less active. This research is quasi experiment design factorial 2x2 with pretest and posttest. This research was conducted in class X SMA Brawijaya Smart School Malang, the number of students overall total of 101 students. Sample were taken by purposive random sampling technique. The sum sample of 50 students were divided into a control class used cooperative learning model type Student Teams Think Pair Share (X6) with 24 students and the experimental class used cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (X5) with 26 students. The data analysis techniques in this study used two way anova to compare the average difference between the groups that have been divided into two variable factors, used SPSS program version 20.00. The results of the research show that the model of Student Teams Achievemet Division (STAD) and cooperative learning model type Think Pair Share (TPS) has a significance value of 0.002 < 0.05, which means there is significant difference to students economic learning result which is taugh by used cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD) and cooperative learning model type Student Teams Think Pair Share (TPS) and the activity of students have significance value of 0.001 < 0.05, so it can be concluded that there are differences in learning outcomes for active students and less active students.

Keywords: student teams achievement division, think pair share, learning outcomes, active student

PENDAHULUAN

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam penyempurnaa pola piker kurikulum 2013 bahwa pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan model pembelajaran yang sesuai dan inovatif dalam menyajikan materi pembelajaran. Salah satu model yang inovatif dalam menyajikan materi pelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memenuhi kegiatan pembelajaran kurikulum 2013 (Maria & Trijono, 2015).

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SMA Brawijaya Smart School ketika sedang melakukan KPL, siswa kelas X masih kurang aktif di dalam kegiatan pembelajaran. Siswa banyak yang kehilangan fokus dan cenderung tidak memperhatikan guru menerangkan mata pelajaran ekonomi pada saat kegiatan pembelajaran. Siswa seringkali berbicara sendiri-sendiri dan ramai ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Kemudian ketika guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran hanya beberapa siswa yang sering menjawab pertanyaan dari guru. Siswa cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. Hasil belajar siswa pada kelas X masih tergolong rendah, hal ini dibuktikan dengan niali Ulangan Harian (UH) terakhir siswa yang masih banyak di bawah KKM

Model pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar sehingga memberikan dampak positif terhadap interaksi dan komunikasi yang berkualitas, dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Berdasarkan hasil penelitian Muhlis (2018:23) menyimpulkan bahwa (1) ada pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap motivasi belajar siswa pada materi sistem koloid. (2) ada pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem koloid.

Berdasarkan hasil penelitian Slavin dalam Rusman (2012: 205) mengemukakan bahwa: (1) penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan sosial, menumbuhkan sikap toleransi dan menghargai pendapat orang lain; dan (2) pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa akan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman. Dengan alasan tersebut strategi pembelajaran kooperatif diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu,berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hendri dan Erlisnawati (2015:44) yang menyebutkan kesimpulan dari hasil penelitiannya tentang model pembelajaran kooperatif sebagai berikut: (1) Model pembelajaran kooperatif salah satu model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan di kelas, karena model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa hasil belajar siswa. 2. Model pembelajaran kooperatif dapat memperbaiki proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif

Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya mengindentifikasi dua model pembelajaran kooperatif ,yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achiement Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Alasan peneliti memilih kedua model pembelajaran tersebut adalah kedua model pembelajaran ini pelaksanaannya sama-sama sederhana jika dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif lain, kedua model pembelajaran ini sama-sama menuntut tanggung jawab siswa untuk memahami dan menguasai materi yang diajarkan serta mampu meningkat partisipasi dan hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Zahra, dkk (2017:218) yang menyebutkan kesimpulan dari penelitannya bahwa

(1) penggunaan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menunjukan aktiitas belajar siswa yang berada pada kriteria aktif dan interaksi belajar siswa pada kriteria baik.

(2) peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menunjukan kriteria tinggi. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Gusniar (2017:220) yang menyebutkan kesimpulan dari penelitiannya tentang model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai berikut; model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar di kelas IV SDN NO 2 Ogoamas II. Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD harus sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan agar tujuan pembelajaran yang kita inginkan dapat tercapai. Setiap pertemuan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menunjukkan peningkatan hasil belajar.

Selain itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Lestari dan Ningrum (2016:32) yang menyebutkan kesimpulan dari penelitiannya tentang model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sebagai berikut: secara keseluruhan bahwa setelah siswa mendapatkan treatment atau perlakuan tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think Pair Share (TPS) hasil belajar kewirausahaan mengalami peningkatan. Menurut Ahmad dan Ganes (2014:10) yang menyebutkan kesimpulan dari penelitiannya tentang model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sebagai berikut: (1) Aktivitas siswa pada saat pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dapat dikatakan terlaksana dengan baik dan mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya aktivitas siswa yang ditunjukkan dengan lembar observasi yang selalu meningkat.terutama pada aspek bekerja dan belajar dengan kelompok, keaktifan siswa dan presentasi kelompok pada aktivitas siswa tiap siklusnya mengalami kenaikan untuk mencapai ketuntasan yang diharapkan. Dengan demikian proses pembelajaran terkesan berpusat pada siswa, siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang berdampak pada meningkatnya keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. (2) Hasil tes belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran koopertaif tipe TPS mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa dari tiap siklusnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Riska dan Yuli (2017:122) yang menyebutkan kesimpulan dari penelitiannya tentang model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share lebih tinggi dari pada hasil belajar pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran guided note taking

Berdasarkan peristiwa yang terjadi di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di kelas X di SMA Brawijaya Smart School untuk membandingkan hasil belajar dengan menerapkan dua model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran Student Team Achiement Division (STAD) dan model pembelajaran Think Pair Share. Pemilihan model pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian eksperimen dengan tipe eksperimen semu (quasi experimental design). Penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk memperoleh gambarang tentang perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X  di SMA Brawijaya Smart School Malang yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan Think Pair Share (TPS). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Think Pair Share (TPS) untuk siswa yang aktif dan siswa yang kurang aktif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pretest Posttest Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X di SMA Brawijaya Smart School Malang yang berjumlah 101 siswa. Sampel di dalam penelitian ini berjumlah 50 siswa. teknik purposive sampling. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik simple purposive sampling.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berikut merupakan hasil uji two way anova terhadap hasil belajar siswa (posttest) maka diperoleh hasil uji hipotesis sebagai berikut.

Uji Two Way Anova terhadap hasil belajar siswa (posttest)

Tabel 1 Deskriptif Data

Descriptive Statistics

Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa

Model Pembelajaran Keaktifan Mean Std. Deviation N

STAD siswa aktif 89.54 3.843 13

siswa kurang aktif 82.77 5.003 13

Total 86.15 5.569 26

TPS siswa aktif 83.33 6.110 12

siswa kurang aktif 77.00 9.283 12

Total 80.17 8.339 24

Total siswa aktif 86.56 5.874 25

siswa kurang aktif 80.00 7.789 25

Total 83.28 7.589 50

Tabel 2 Hasil  Uji Two Way Anova Hasil Belajar Siswa (Posttest)

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa

Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Corrected Model 985.875a 3 328.625 8.233 .000

Intercept 345228.162 1 345228.162 8648.541 .000

ModelPembelajaran 447.362 1 447.362 11.207 .002

KeaktifanSiswa 535.633 1 535.633 13.418 .001

ModelPembelajaran * KeaktifanSiswa .593 1 .593 .015 .904

Error 1836.205 46 39.918

Total 349600.000 50

Corrected Total 2822.080 49

a. R Squared = .349 (Adjusted R Squared = .307)

Berdasarkan tabel output diatas  diketahui bahwa model pembelajaran, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievemet Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievemet Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Kemudian berdasarkan tabel output diatas  diketahui pula keaktifan siswa memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar untuk siswa yang aktif dan siswa kurang aktif.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) memiliki nilai rata-rata hasil belajar sebesar 86.154 lebih tinggi daripada kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yaitu sebesar 80.167. Hasil belajar kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih rendah daripada kelas ekperimen yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD).

Hal ini disebabkan karena

(1) kurangnya kerjasama antar tim, hal ini terlihat dari bagaimana siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, mereka lebih memilih untuk menyalin hasil kerja tim lainnya ketimbang berdiskusi berdua untuk menyelesai tugas tersebut. Akibatnya pemahaman setiap anggota tim terhadap materi yang disampaikan menjadi kurang baik. Pada akhirnya ketika guru memberikan soal untuk dikerjakan secara individu siswa tidak mampu menjawab dengan benar, akibatnya hasil belajar  yang diperoleh pun kurang maksimal.

(2) kelas kurang kondusif, hal ini terlihat ketika diskusi banyak siswa yang berbicara sendiri diluar pembahasan materi, sehingga kelas ribut dan mengganggu konsentrasi tim lain, yang terakhir

(3) adalah rasa ingin tahu kelas kontrol yang kurang, ketika selesai diskusi di kelas kontrol, tidak ada siswa yang bertanya mengenai materi yang disampaikan, berbeda dengan kelas eksperimen yang aktif bertanya untuk menemukan informasi baru.

Persyaratan pokok dalam uji two way anova adalah data nilai residual standar berdistribusi normal dan varian antar kelompok harus homogen. Dari hasil analisis uji normalitas dan uji homogenitas maka kesimpulan yang diperoleh adalah nilai residual standard adalah normal dan varian variabel hasil belajar ekonomi adalah homogen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan uji two way anova diketahui bahwa model pembelajaran, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievemet Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) lebih tinggi daripada yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa siswa yang aktif baik yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) memiliki nilai rata-rata hasil belajar sebesar 86.436 lebih tinggi daripada siswa kurang aktif yang diajar baik menggunakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) yaitu sebesar 79.885. Hal ini disebabkan karena di dalam proses kegiatan belajar keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar. Tanpa keaktifan, maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan hasil yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) untuk siswa yang aktif dan siswa yang kurang aktif. Hasil belajar siswa yang memiliki keaktifan tinggi mendapatkan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding siswa yang memiliki keaktifan rendah. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Division baik siswa aktif maupun siswa kurang aktif memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut.

1.Berdasarkan hasil uji two way anova dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang diajar dengan Student Teams Achievement Division (STAD) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang diajar dengan Think Pair Share (TPS).

2.Berdasarkan hasil uji two way anova dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) untuk siswa yang aktif dan siswa yang kurang aktif. Hasil belajar siswa yang memiliki keaktifan tinggi mendapatkan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding siswa yang memiliki keaktifan rendah.

DAFTAR RUJUKAN

Affandi, M., Chamalah, E dan Wardai, O.P. 2013. Model dan Metode

Pembelajaran di Sekolah. Semarang: UNISULA PRESS, (online), (http://www.unisullalibrary.ac.id), diakses tanggal 10 Januari 2019

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2. Jakarta: Bumi Aksara

Lestari, SK & Ningrum. 2016. Pengaruh Penggunaan Cooperative Learning

Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Hasil Belajar Kewirausahaan Siswa Kelas X Semester Genap SMK Kartikatama 1 Metro T.P 2015/2016. ISSN: 2442-49994, (online), 4 (1) : 65-78, (http://jurnalekonomi.ac.id), diakses tanggal 3 November 2018

Maria, Siti., & Rijanto, Tri. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif

Berbasis Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Elektronika. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, (online), 4 (2) : 325-333, (http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id), diakses tanggal 3 April 2019

Muhlis, 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif terhadap Motivasi dan

Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Kaloid SMAN 4 Batimurung Maros. Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran e-ISSN: 2549-9114 dan p-ISSN: 2549-9203, (online), 2 (1) : 12-24,(http://ojs.unm.ac.id), diakses tanggal 11 November 2018

Permatasari, I.N, 2013, Perbedaan Model Student Teams Achievement Divison

(STAD) dan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap Hasil

Belajar Siswa Mata Pelajaran Akutansi kelas XI-Akutansi SMKN 4 Malang. Jurnal Pendidikan Akutansi, (online), 3 (3) : 1. (karya-ilmiah.um.ac.id), diakses tanggal 11 November 2018

Ruski, 2017. Perbedaan Hasil Belajar Siswa antara Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD dengan Diskusi pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Arosbaya. Jurnal Ilmu dan Pendidikan Ekonomi-Sosial, (online), 1(1): 75-76, (http://jurnalstikippgribangkalan.ac.id), diakses tanggal 3 November 2018

Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran (Mengembangkan Profesionallisme

Guru) Edisi Kedua. Bandung: PT. Raja Grafindo

Zahra, Nurbaiti., Suherman, Amay., dan Permana, Tatang. 2017. Pengaruh

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division terhadap Aktivitas, Interaksi, dan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal of Mechanical Engineering Education, (online), 4 (2), (ejournal.upi.edu/indeks.php/jmee/article/view/9635), diakses tanggal 3 April 2019