SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) UMKM Sentra Industri Songkok Pada Kelurahan Pekelingan Kabupaten Gresik

Fitriyansyah Mochammad

Abstrak


RINGKASAN

Fitriyansyah, Mochammad. 2018.  Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) UMKM Sentra Industri Songkok Pada Kelurahan Pekelingan Kabupaten Gresik.Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.S.

Kata kunci : Pengembangan Ekonomi Lokal, Heksagonal PEL, Sentra Industri

Perkembangan ekonomi Kabupaten Gresik terus melesat di berbagai industri dalam skala kecil, menengah, dan besar yang terus berkembang.Salah satu sentra industri songkok yang ada yaitu berada di Kelurahan Pekelingan atau yang biasa disebut masyarakat sebagai kampung blandongan. Sentra industri songkok sudah dikenal pada tahun 70-an pada saat itu masa keemasan, dimana kerajinan songkok berawal. Sentra industri ini berpotensi menghasilkan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan terbuka lapangan pekerjaan masyarakat sekitar. Hal ini, sesuai dengan tujuan Pengembangan Ekonomi Lokal yaitu menciptakan perekonomian yang lebih baik.

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan alat analisis aspek Heksagonal PEL dengan menggunakan aplikasi RALED (Rapid Assesment Technique for Local Economic Development). Populasi pada penelitian ini adalah pelaku usaha sentra industri songkok di Kelurahan Pekelingan Kecamatan Gresik. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil kuesioner akan dianalisis menggunakan RALED dengan analisis Multi Dimensional Scaling (MDS), analisis sensitivitas atribut, dan Monte Carlo.

Hasil penelitian menunjukkan kondisi PEL dari keenam aspek yang terdiri dari aspek kelompok sasaran, aspek faktor lokasi, aspek kesinergian dan fokus kebijakan, aspek pembangunan berkelanjutan, aspek tata pemerintahan, dan aspek proses manajemen. Kondisi keenam aspek PEL dengan kondisi baik, yaitu nilai aspek diantara 50-75. Nilai tertinggi dari keenam aspek yaitu aspek pembangunan berkelanjutan 55,61, sedangakan aspek tata pemerintah dengan nilai terendah 51,02. Untuk meningkatkan kondisi PEL pada keenam aspek perlu memperhatikan faktor pengungkit dari aspek tersebut.