SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pendidikan Ekonomi Keluarga di Masyarakat Sumbersari

Widayanti Novita

Abstrak


RINGKASAN

Widayanti, Novita. 2019.  Analisis Pendidikan Ekonomi Keluarga di Masyarakat Sumbersari. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing. Prof. Dr. Sri Umi Mintarti Widjaja, S.E. M.P., Ak.

Kata Kunci : Pendidikan Ekonomi Keluarga, anak usia Sekolah Dasar (SD)

Pendidikan merupakan ladang untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Pendidikan juga dapat dikatakan investasi karena dari pendidikan akan diperoleh pengalaman yang berharga untuk masa mendatang. Pendidikan seorang anak seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah saja melainkan juga dilakukan di lingkungan keluarga. Dilingkungan keluarga, orang tua merupakan sosok panutan bagi anak, karena itulah orang tua berperan sangat penting bagi pendidikan untuk membentuk kepribadian seorang anak. Menurut Baharun (2016:103) lingkungan keluarga merupakan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan, dikatakan utama karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah dalam keluarga sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dari keluarga. Dalam kehidupan manusia tidaklah lepas dari kehidupan ekonomi. Kegiatan manusia dari bangun tidur sampai tidur kembali semua terdapat kegitan konsumsi baik barang maupun jasa. maka penting dilakukan adanya pendidikan ekonomi. Dalam segi usia, anak-anak adalah usia yang tepat untuk di beri pendidikan mengenai kehidupan, begitu juga kehidupan ekonomi hal ini dipertegas dengan teori dari Sumanto (2013:108) bahwa masa usia sekolah dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah. Dimana pada masa ini anak akan cenderung memiliki rasa ingin tahu. Berdasarkan dari feonomena, observasi awal serta wawancara yang dilakukan peneliti kepada beberapa orang tua yang memiliki anak-anak usia sekolah dasar di daerah Kelurahan Sumbersari, peneliti mendapatkan fakta bahwa seorang anak cenderung melakuan konsumsi baik berupa makanan maupun mainan, konsumsi yang dilakukan cenderung berlebihan. Anak juga memiliki kecenderungan untuk mengikuti trend atau ikut-ikutan teman misalnya untuk membeli es kepal milo.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan ekonomi di masyarakat Sumbersari untuk mengetahaui bagaimana pendidikan ekonomi tersebut dilakukan, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian fenomenologi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dengan pengumpulan data teknik purposive sampling.

Pendidikan ekonomi keluarga di masyarakat Sumbersari dilakukan dengan cara sebagai berikut.

(a) Pengenalan uang sejak dini, pengenalan dilakukan dengan cara meminta anak untuk ikut dalam membantu perkerjaan orang tuanya selain itu orang tua meminta tolong kepada anaknya untuk membelikan suatu barang ke toko.

(b) Penanaman disiplin kepada anak, pada dasarnya tidak ada peraturan yang mengikat untuk anak, masyarakat Sumbersari cenderung membebaskan anaknya dan membiarkannya agar anak memiliki inisiatif sendiri dalam mengelola uangnya.

(c) Memberikan kepercayaan diri pada anak untuk mengelola uang saku, dalam memberikan uang saku masyarakat sumbersari rutin memberikan secara harian, tidak ada perencanaan dalam pengelolaan uang saku orang tua cenderung membebaskan anaknya dalam mengelola uangnya sendiri.

(d) Menanamkan kegemaran menabung pada anak-anak, pada umumnya 3 dari 5 anak memiliki kecenderungan untuk menabung, dan orang tua tidak mewajibkan anaknnya untuk menabung sehingga tabungan diisi secara tidak rutin, semua berdasarkan inisiatif dari anak sendiri.

(e) Memberi contoh langsung cara penggunaan uang, dalam memberi contoh menggunakan uang masyarakat pada umumnya melakukan diskusi dengan anak mengenai keuangannya sehingga dapat menekan ketika anaknya ingin meminta sesuatu. Untuk mencontohkan menabung pada umumnya masyarakat mencontohkan namun semua kembali kepada anak karena tidak adanya kewajiban dari orang tua.

(f) Membiasakan anak untuk bersikap ekonomis dilakukan dengan cara memberi nasihat agar tidak membelanjakan uang yang dimilki untuk keinginan semata namun juga untuk kebutihan yang lebih penting.

 

SUMMARY

Widayanti, Novita. 2019.  Analysis of Family Economic Education in the Community of Sumbersari. Sarjana’s Thesis. Department of Economic Development, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Prof. Dr. Sri Umi Mintarti Widjaja, S.E. M.P., Ak.

Keywords: Family economics education, elementary school age children

Education is a farm to enrich itself with science. Education can also be said of investments because from education will be gained a valuable experience for the future. The education of a child should not only be done in school but also in the family environment. In the family, parents are a role model for children, which is why parents are very important to the education to shape the personality of a child. According to Baharun (2016:103) The family environment is the first education, because in this family the child first gets to be educated and tutored, it is said to be major because most of the child's life is in the family so The most widely accepted education of the child is from the family. In human life is not separated from economic life. Human activities from waking up to sleep back all there is good consumption of goods and services. Economic education is important. In terms of age, children are the perfect age to be educated about life, so also the economic life of this matter is emphasized by the theory of Sumanto (2013:108) that the age of elementary school is also known as intellectual time, or period of harmony School. Where at this time the child will be more likely to have curiosity. Based on Feonomena, early observation and interviews conducted by researchers to some parents who have elementary school age children in the area Sumbersari village, researchers get the fact that a child tends to do consumption Both food and toys, consumption is likely to be excessive. Children also have a tendency to follow the trend of their friend for example to buy the iced balls Milo.

This research aims to analyze the economic education in the Sumbersari community to do what the economic education is doing, then this research uses a qualitative approach of the type of phenomenology study. The data sources used in this research are primary data with purposive sampling technique data collection.

The family economic education in the Sumbersari community is done in the following ways.

(a) The introduction of money early on, the introduction is done by asking the child to participate in assisting the work of his parents other than that the parent asked help to his child to buy an item to the store.

(b) The planting of discipline to the child, there is basically no binding regulation for the child, the Sumbersari community tends to liberate its children and allow it to have its own initiative in managing its money.

(c) Give confidence in the child to manage the allowance, in giving a pocket money coffee routine provide daily, no planning in the management of the allowance of parents are likely to free their children in managing His own money.

(d) Instill the indulgence of saving in children, generally 3 out of 5 children have a tendency to save, and parents do not oblige his child to save so that the savings are filled inregularly, all based on the initiative of the children themselves .

(e) To give a direct example of how to use money, in example of using the money community in general do discussions with children about his finances so that it can suppress when his child wants to ask for something. To model the public saving is modeled on the community but all return to the child because of the absence of obligations from parents.

(f) To familiarize the child to be economically done by giving advice so as not to spend the money that was milki for desire but also for more important blindness.