SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN PEMBIAYAAN MURABAHAH TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PERBANKAN SYARIAH TAHUN 2011-2017

Taufiqi Mukhammad Faisal

Abstrak


RINGKASAN

Taufiqi, Mukhammad Faisal. 2019.  Pengaruh Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan Murabahah Terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan Syariah Tahun 2011-2017. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.S

Kata kunci: Dana Pihak Ketiga, Pembiayaan Murabahah, Profitabilitas (ROA)

Perbankan merupakan salah satu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama yaitu menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan memberikan jasa pengiriman uang. Hal tersebut dikarenakan bank merupakan suatu lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak salah satunya adalah Perbankan Syariah. Salah satu indikator suksesnya suatu perbankan syariah adalah besarnya retirn on asset (ROA) yang diterima oleh bank. ROA menjadi dasar penilaian analisis dalam menganalisa suatu perkembangan harga saham yang dapat berpengaruh dengan tingkat laba perusahaan. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan perbankan syariah dalam meningkatkan laba perusahaan salah satunya adalah dana pihak ketiga dan pembiayaan murabahah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga dan pembiayaan murabahah terhadap profitabilitas (ROA) Perbankan Syariah tahun 2011-2017.

Rancangan penelitian ini adalah eksplanatory. Penelitian ini mempunyai tiga variabel yaitu variabel independen (X1) yaitu dana pihak ketiga dan (X2) yaitu pembiayaan murabahah, sedangkan variabel dependen (Y) adalah return on asset (ROA) Perbankan Syariah tahun 2011-2017. Populasi dalam penelitian ini adalah Perbankan Syariah yang terdaftar di Publikasi Laporan Keuangan Bank Indonesia periode 2011-2017. Teknik penarikan sampel yang dilakukan peneliti adalah purposive sampling, merupakan teknik penentuan sampel dengan  pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Dari 11 Bank Syariah yang terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diambil 8 sampel Bank Syariah yang memenuhi kriteria. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda data diperoleh melalui laporan keuangan bank syariah masing-masing.

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa dana pihak ketiga (X1) dan pembiayaan murabahah (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on asset (ROA) (Y) pada Perbankan Syariah tahun 2011-2017. Adjusted R Square menunjukkan bahwa variabel bebas dana pihak ketiga dan pembiayaan murabahah menyumbang sebesar 28,9% terhadap variabel terikat return on asset (ROA). Berdasarkan sumbangan efektif, variabel pembiayaan murabahah sebagai penyumbang efektif terbesar terhadap return on asset (ROA) yaitu sebesar 28%.

Dana pihak ketiga yang disalurkan terhadap pembiayaan murabahah cukup besar, karena pembiayaan  murabahah termasuk pembiayaan yang berisiko kecil. Dan kenaikan dan penurunan alokasi pembiayaan murabahah sangat dipengaruhi oleh jumlah dana yang tersimpan pada masing-masing Perbankan Syariah di Indonesia. Semakin besar jumlah dana dari pihak ketiga yang ada pada bank syariah maka akan semakin besar pula jumlah alokasi pembiayaan murabahah. Pihak bank syariah memerlukan dana dan salah satu sumber dananya adalah dari pihak ketiga. Dana ini didapat dari setoran-setoran yang dilakukan oleh para nasabah bank tersebut. Setelah mendapatkan suntikan salah satunya dari pihak ketiga ini, maka bank syariah dapat menyalurkan dana-dana tersebut kepada masyarakat, namun proporsi antara jumlah dana pihak ketiga yang dialokasikan kedalam pembiayaan harus diatur.

Bagi bank syariah, sumber dana yang paling dominan bagi pembiayaan adalah dana investasi, yang dapat dibedakan menjadi investasi jangka panjang dari pemilik (core capital) dan investasi jangka pendek dari nasabah (dana yang dihimpun dari masyarakat). Semakin besar upaya manajemen dalam menginvestasikan keuntungannya tersebut dengan berbagai kegiatan yang menguntungkan, terutama dengan penyaluran pembiayaan maka semakin besar pula tingkat keuntungan (ROA) yang didapat oleh bank. Dalam hal ini menunjukan bahwa perbankan syariah dapat menghasilkan keuntungan dari aktivitas yang dilakukan terutama pada penyaluran dana atau pembiayaan.

Penulis menyarankan Perbankan Syariah di Indonesia perlu memperbaiki dan memperhatikan kinerja penghimpunan dana pihak ketiga dan menyalurkan dalam bentuk pembiayaan murabahah. Artinya memaksimalkan penghimpunan dana pendukung yaitu pada dana pihak pertama yang berasal dari bank syariah itu sendiri dan dana pihak kedua yang berasal dari lembaga lainnya. Meskipun dana pihak ketiga ini merupakan sumber dana terbesar dan yang paling diandalkan oleh perbankan syariah untuk melakukan kegiatan operasionalnya, dana pihak ketiga tetap membutuhkan dukungan dari dana lainnya. Hal ini bertujuan agar Perbankan Syariah di Indonesia mendapatkan tingkat laba yang maksimal dan memenuhi target. Bagi peneliti berikutnya dapat mencoba meneliti dengan variabel lainnya yang dimungkinkan mempunyai pengaruh juga terhadap return on asset (ROA), agar nantinya hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan sebagai perbandingan dengan penelitian ini.

 

SUMMARY

Taufiqi, Mukhammad Faisal. 2019.  Effect of Third Party Funds and Murabahah Financing on the Profitability (ROA) of Islamic Banking in 2011-2017. Sarjana’s Thesis. Department of Development Economics, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.S

Keywords: Third Party Funds, Murabahah Financing, Profitability (ROA)

Banking is one of the institutions that carries out three main functions, namely receiving money deposits, lending money, and providing money transfer services. This is because the bank is a financial intermediary institution which is generally established with the authority to raise funds from the public in the form of deposits and channel to the public in the form of loans and / or other forms, in order to improve the living standards of many people, one of them is Islamic Banking. One indicator of the success of Islamic banking is the amount of return on assets (ROA) received by the bank. ROA is the basis of valuation analysis in analyzing a stock price development that can influence the level of corporate profits. There are many things that are considered by Islamic banks in increasing company profits, one of which is third party funds and murabahah financing. The purpose of this study was to determine the effect of third party funds and murabahah financing on the profitability (ROA) of Islamic Banking in 2011-2017.

The design of this study is explanatory. This study has three variables, namely the independent variable (X1), namely third party funds and (X2), namely murabahah financing, while the dependent variable (Y) is the return on assets (ROA) of Islamic Banking in 2011-2017. The population in this study is Sharia Banking registered in the Publication of Bank Indonesia Financial Reports for the period 2011-2017. The sampling technique that was carried out by the researcher was purposive sampling, a technique for determining the sample with special consideration so that it was feasible to be sampled. Of the 11 Sharia Banks registered in the Financial Services Authority (OJK) 8 samples of Sharia Banks that met the criteria were taken. The analysis technique used is the multiple linear regression analysis data obtained through the financial statements of each Islamic bank.

Based on the results of data analysis it can be concluded that third party funds (X1) and murabahah financing (X2) have a positive and significant effect on return on assets (ROA) (Y) in Islamic Banking in 2011-2017. Adjusted R Square shows that the independent variables of third party funds and murabahah financing contribute 28.9% to the dependent variable return on assets (ROA). Based on the effective contribution, the murabahah financing variable was the biggest effective contributor to return on assets (ROA) of 28%.

Third party funds channeled to murabahah financing are quite large, because murabahah financing includes small-risk financing. And the increase and decrease in murabahah financing allocations is strongly influenced by the amount of funds deposited in each Sharia Banking in Indonesia. The greater the amount of funds from third parties in Islamic banks, the greater the amount of murabahah financing allocations. Islamic banks need funds and one source of funds is from a third party. These funds are obtained from deposits made by the bank's customers. After obtaining an injection from one of these third parties, Islamic banks can channel these funds to the public, but the proportion between the amount of third party funds allocated to financing must be arranged.

For Islamic banks, the most dominant source of funds for financing is investment funds, which can be divided into long-term investments from the owner (core capital) and short-term investments from customers (funds collected from the community). The greater the management's efforts to invest in these profits with a variety of profitable activities, especially with funding distribution, the greater the level of profit (ROA) obtained by the bank. In this case, it shows that Islamic banking can generate profits from activities carried out mainly in the distribution of funds or financing.

The author suggested Islamic Banking in Indonesia needs to improve and pay attention to the performance of third party funds collection and channeling in the form of murabahah financing. This means maximizing the collection of supporting funds, namely the first party funds originating from the Islamic bank itself and second party funds from other institutions. Although these third party funds are the largest and most reliable source of funds for Islamic banking to carry out their operations, third party funds still need support from other funds. This is intended to make Islamic Banking in Indonesia get the maximum level of profit and meet the target. For the next researcher, they can try to examine with other variables that are possible to have an influence also on return on assets (ROA), so that later the results of the research obtained can be used as a comparison with this study.