SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN DALAM SATUAN WILAYAH PENGEMBANGAN (SWP) TUMPANG KABUPATEN MALANG

Pancawardani Arin

Abstrak


RINGKASAN

Pancawardani, Arin 2019. Analisis Pengembangan Komoditas Unggulan Dalam Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) Tumpang Kabupaten. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hadi Sumarsono, S.T, M.Si.

Kata kunci:  Komoditas Unggulan, Pengembangan Wilayah, Location Quetient (LQ), Skalogram, Analytical Hierarchy Process (AHP).

Kabupaten Malang memiliki potensi untuk pengembangan sektor pertanian, dimana mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Malang mencapai 36%  berada di  sektor pertanian. Besarnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian tersebut mengindikasikan pembangunan di sektor pertanian merupakan pilar utama keberhasilan pembangunan daerah di Kabupaten Malang. Pengembangan kawasan pertanian mengupayakan untuk mengembangkan potensi yang ada, yaitu memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal. Sehingga dibutuhkan suatu strategi pembangunan sektoral yang dilaksanakan dalam kerangka pengembangan wilayah.

Tujuan utama penelitian yaitu menyusun strategi pengembangan komoditas unggulan di Wilayah Pengembangan Tumpang Kabupaten Malang. Tujuan antara untuk mencapai tujuan antara yaitu :

(1) Mengidentifikasi komoditas unggulan;

(2) Menganalisis hirarki wilayah.

Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara/kuesioner di lapangan. Data sekunder diperoleh dari beberapa instansi terkait seperti data jumlah produksi tanaman. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA), analisis skalogram dan AHP lokasi penelitian ini adalah tiap kecamatan di SWP Tumpang yang meliputi Kecamatan Poncokusumo, Wajak, Tumpang dan Jabung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan di SWP Tumpang terdiri dari 2 jenis tanaman pangan (jagung dan ubi kayu), 3 jenis tanaman holtikultura (kubis, sawi, tomat), 2 jenis tanaman perkebunan (kakau, tebu) dan 2 jenis buah-buahan (apel, pepaya). Analisis ketersediaan sarana dan prasarana pertanian penunjang pengembangan komoditas unggulan yang diperoleh dari hasil analisis skalogram di SWP Tumpang. Wilayah yang tergolong hirarki I adalah Tumpang, wilayah yang tergolong hirarki II mencakup Poncokusumo dan Wajak dan Jabung masuk hirarki III. Untuk strategi prioritas pengembangan komoditas unggulan di SWP Tumpang adalah dengan pengembangan sarana perdagangan dan agribisnis (bobot 0,285) melalui pembangunan pasar atau lokasi pemasaran (bobot 0,306).