SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Penyelesaian Masalah Sengketa Pembiayaan Bermasalah Al Musyarakah Mutanaqishah Pada Bank Syariah (Studi Kasus Bank Muamalat Kota Malang)

ALIFIAN RAMADHAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadhan, Alifian 2018. Analisis Penyelesaian Masalah Sengketa Pembiayaan Bermasalah Al Musyarakah Mutanaqishah Pada Bank Syariah (Studi Kasus Bank Muamalat Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Dr. Agus Sumanto, S.E., M.SA.

 

            Pembiayaan bermasalah atau macet memberikan dampak yang buruk terhadap pihak Bank Muamalat yang telah memberikan dana untuk pembiayaan. Salah satu dampaknya adalah tidak terlunasinya pembiayaan sebagian atau seluruhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian cara penyelesaian yang diterapkan oleh Bank Muamalat kantor cabang Malang dengan keputusan Dewan Syariah Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diperoleh dan dihimpun melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dan kemudian dianalisis menggunakan metode triangulasi dan juga menggunakan ketekunan pengamatan.

 

Ekonomi dalam Islam sangat berpengaruh untuk memenuhi kehidupan. Sekarang, hal ini sudah banyak terealisasi dengan adanya Bank Syariah yang menyediakan pembiayaan-pembiayaan salah satunya pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Pembiayaan ini menggunakan beberapa akad salah satunya Musyarakah Mutanaqishah. Tetapi pembiayaan yang diberikan bank tidak akan semuanya berjalan lancar dan pastinya ada permasalahan di pembiayaan tersebut karena tidak semua akan sesuai aturan yang ada. Maka itu peneliti melakukan analisis penerapan yang diterapkan oleh Bank Muamalat apakah sudah sesuai dengan peraturan yang ada agar nantinya dapat menjadi acuan bagi praktisi ekonomi syariah dan masyarakat.

           

            Penyelesaian pembiayaan bermasalah antara Bank Muamalat dan ketentuan DSN-MUI memiliki proses penyelesaian masing-masing, Bank Muamalat memiliki tiga opsi yang digunakan, yaitu penyelesaian secara non litigasi, penyelesaian melaui arbitrase, dan secara litigasi. Penyelesaian non litigasi atau secara damai dengan mekanisme collection, rescheduling, restructuring, reconditioning, dan AYDA. Penyelesaian melalui arbitrase menggunakan jasa pihak ketiga sebagai penengah guna menyelesaikan perselisihan secara damai.

Kata kunci: Pembiayaan, Musyarakah Mutanaqisha, penyelesaian pembiayaan bermasalah.