SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER

Indri Novalia

Abstrak


EFEKTIVITAS PENGGUNAAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER

Indri Novalia

E-mail: indrinovalia18@yahoo.com

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan UKBM dalam pembelajaran Ekonomi dengan Sistem Kredit Semester di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Malang melalui

(1) evaluasi system assessment,

(2) evaluasi program planning,

(3) evaluasi program implementation,

(4) evaluasi program improvement, dan

(5) evaluasi program certification. Data dikumpulkan dengan dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara dari 5 orang informan, dan dianalisis menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif―evaluasi dengan teknik CSE-UCLA. Hasil penelitian adalah:

(1) kesiapan guru mata pelajaran Ekonomi sebagai fasilitator dan pengorganisasi belajar siswa, penopang kajian, pembangun karakter siswa, serta penyedia/sumber belajar bagi siswa;

(2) perencanaan, penyusunan dan pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang bagus dan menarik;

(3) penggunaan UKBM sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran Ekonomi dan pelaksanaan penilaian UKBM di Kelas X IPS 1;

(4) faktor penunjang dan penghambat penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1;

(5) kemampuan UKBM dalam memfasilitasi kemampuan akademik dan kecepatan belajar siswa Kelas X IPS 1 yang beragam.

Kata Kuci: efektivitas penggunaan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM), belajar mandiri, kemampuan akademik, kecepatan belajar

 

ABSTRACT: This research aims to analyze the effectiveness of the use of UKBM in Economic learning with Semester Credit Systems in class X IPS 1 Senior High School 9 of Malang through

(1) system assessment evaluation,

(2) program planning evaluation,

(3) program implementation evaluation,

(4) program improvement evaluation, and

(5) certification programs evaluation. Data was collected by documentation, observation, and interviews of 5 informant, and analyzed using an approach and type of descriptive qualitative research―evaluation with CSE-UCLA techniques. Results of the research are:

(1) Economics teachers readiness as facilitators and organizers of student learning, study support, student character builders, and providers/learning resources for students;

(2) planning, preparation and development of good and interesting UKBM;

(3) the use of UKBM as Economic teaching material support and implementation of UKBM assessment in class X IPS 1;

(4) supporting and inhibiting factors for the use of UKBM in class X IPS 1;

(5) UKBM's ability to facilitate students of class X IPS 1 diverse academic abilities and learning speed.

Keywords: effectiveness of the use of Independent Learning Activity Unit (abbreviated as UKBM), independent learning, academic ability, learning speed

Mulai tahun ajaran 2018/2019 pola pembelajaran di sekolah menengah di ubah dari pola klasikal ke pola SKS (Sistem Kredit Semester) yang memungkinkan siswa belajar dengan lebih cepat atau lebih lambat disesuaikan dengan kemampuan akademik masing-masing. Dalam pembelajaran dengan pola SKS memungkinkan dalam satu kelas terdiri dari siswa dengan kemampuan akademik dan kecepatan belajar yang beragam atau heterogen, oleh karena hal tersebut disusunlah UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri) sebagai bahan ajar pendukung kemampuan akademik dan kecepatan belajar siswa yang beragam dalam satu kelas.

 

METODE

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 9 Malang khususnya kelas X IPS 1, dimana pada saat ini sedang menerapkan pembelajaran Ekonomi dengan Sistem Kredit Semester dan menggunakan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) sebagai bahan ajar pendukung menggunakan pendekatan kualitatif―evaluasi dengan teknik CSE-UCLA (Center of the Study of Evaluation – University of California in Los Angles). Pemilihan SMA Negeri 9 Malang terutama Kelas X IPS 1 untuk diteliti didasari pengalaman pribadi peneliti pada saat melakukan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) di sekolah dan kelas tersebut. Penerapan pola SKS secara penuh dimulai pada tahun ajaran 2018/2019, yang berarti pada kelas X (kelax XI dan XII belum sepenuhnya menerapkan pola SKS). Dari hasil observasi awalan serta rekomendasi dari Waka Kurikulum dan guru mata pelajaran Ekonomi, Kelas X IPS 1 dipilih peneliti sebab dari tiga Kelas X IPS yang ada Kelas X IPS 1 adalah kelas dengan siswa paling heterogen/beragam kemampuan akademik dan kecepatan belajarnya.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Evaluasi System Assessment

Evaluasi system assessment dalam penelitian ini berkaitan dengan kesiapan guru mata pelajaran Ekonomi sebagai fasilitator dan pengorganisasi belajar siswa, penopang kajian, pembangun karakter siswa, serta penyedia/sumber belajar bagi siswa dalam pembelajaran pola SKS. Kesiapan guru mata pelajaran Ekonomi dalam menggunakan UKBM sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran SKS meliputi, kesiapan guru dalam memfasilitasi siswa dengan menyediakan bahan ajar pendukung dalam hal ini adalah UKBM yang bagus dan menarik guna meningkatkan motivasi belajar mandiri siswa, kesiapan guru dalam menciptakan suasana kegiatan pembelajaran yang kondusif, serasi dengan perkembangan siswa sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung efektif dan optimal.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan utama, guru mata pelajaran Ekonomi Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Malang, Ibu Sugiarti menyatakan siap menjadi fasilitator dan pengorganisasi belajar siswa, penopang kajian, pembangun karakter siswa, serta penyedia/sumber belajar siswa dalam pembelajaran pola SKS dengan UKBM sebagai bahan ajar pendukung. Pernyataan tersebut juga tercermin dari hasil observasi yang diperoleh peneliti di lapangan, baik sebelum, dan selama proses pembelajaran. RPP, UKBM dan BTP sudah disiapkan oleh Ibu Sugiarti sebelum proses pembelajaran di kelas, hal tersebut termasuk salah satu bentuk kesiapan guru sebegai fasilitator belajar siswa, penopang kajian, dan penyedia/sumber belajar siswa. Proses pembelajaran dengan menggunakan UKBM siswa dituntut untuk aktif dan mandiri, dalam hal ini pembelajaran berfokus pada siswa. Dimana siswa diberi kebebasan secara penuh untuk menyelesaikan UKBM sesuai kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing. Disinilah sejauh mana kesiapan guru sebagai fasilator dan pengorganisasi belajar, penopang kajian, pembangun karakter siswa, serta penyedia/sumber belajar siswa dapat diketahui. Kesiapan Ibu Sugiarti sebagai fasilitator belajar siswa, penopang kajian, dan penyedia/sumber belajar bagi siswa selama proses pembelajaran berlangsung tercermin dari bagaimana cara beliau menyampaikan instruksi terkait UKBM yang akan digunakan, menyampaikan materi terkait kompetensi dalam UKBM, penggunaan media pendukung pembelajaran, dan melakukan diskusi dengan siswa. Kesiapan Ibu Sugiarti sebagai pengorganisasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung tercermin dari kondisi siswa dan kondisi kelas X IPS 1 yang kondusif. Kondisi siswa dan kondisi kelas yang kondisif tersebut juga menjadi cermin dari kesiapan guru sebagai pembangun karakter siswa, siswa Kelas X IPS 1 cenderung tertib, sopan dan santun selama proses pembelajaran berlangsung.

 

Evaluasi Program Planning

Evaluasi program planning dalam penelitian ini berkaitan dengan hal-hal teknis pada saat melakukan perencanaan, penyusunan dan pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM), antara lain kelengkapan komponen UKBM, perencanaan UKBM berbasis RPP, penyusunan UKBM yang bagus dan menarik. Dalam menyusun UKBM guru perlu melengkapi minimal tiga komponen, yaitu Buku Teks Pelajaran (BTP), rincian Kompetensi Dasar (KD), alat evaluasi diri. BTP merupakan pedoman/acuan materi bagi guru dalam menyusun UKBM, dan sumber belajar bagi siswa dalam menggunakan UKBM. Selain BTP pedoman/ acuan guru dalam menyusun UKBM adalah rincian KD, materi dan penugasan dalam UKBM harus disesuaikan dengan rincian KD yang terdapat dalam Silabus dan RPP. Oleh karena itu UKBM yang bagus harus direncanakan berbasis RPP agar dapat dikatakan valid. Selain bagus UKBM juga harus menarik, tujuannya untuk meningkatkan minat siswa untuk membaca dan berlatih secara mandiri dengan menggunakan UKBM. Sebab dalam pembelajaran dengan pola SKS siswa dituntut untuk belajar mandiri, bahkan evaluasi hasil belajar juga dilakukan secara mandiri oleh siswa. Karena itu, perlu adanya alat evaluasi diri disetiap akhir UKBM yang digunakan oleh siswa untuk menilai/mengevaluasi hasil belajar dan ketercapaian kompetensi dirinya masing-masing.

Keseluruhan proses mulai dari perencanaan, penyusunan sampai dengan pengembangan UKBM wajib dilakukan secara mandiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan sebab yang mengetahui karakteristik dan keberagaman kelas yang diajar adalah guru itu sendiri. Tujuan dibuat dan digunakannya UKBM dalam pembelajaran dengan pola SKS adalah untuk memfasilitasi keberagaman karakter, kemampuan akademik, dan kecepatan belajar siswa. Oleh karena itulah UKBM disusun sedemikian rupa, disesuaikan dengan kondisi kelas dan kondisi siswa agar pembelajaran dapat dilaksanakan dengan mencapai hasil yang optimal. Dari hasil penelitian terkait evaluasi program planning diketahui bahwa pada saat ini guru belum sepenuhnya mampu melakukan perencanaan, penyusunan dan pengembangan UKBM secara mandiri sebagai akibat dari masih barunya sistem yang diterapkan (memasuki tahun ke-2). Perubahan pola pembelajaran dari klasikal ke SKS menuntut guru untuk dapat melakukan perencanaan UKBM yang berbasis RPP sehingga menghasilkan UKBM yang valid, melakukan penyusunan dan pengembangan UKBM dengan kreatif sehingga menhasilkan UKBM yang menarik agar dapat mendorong minat belajar mandiri siswa.

 

Evaluasi Program Implementation

Evaluasi program implementation dalam penelitian ini terkait teknis penggunaan UKBM sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran Ekonomi dan pelaksanaan penilaian UKBM di Kelas X IPS 1. Siswa lebih termotivasi untuk membaca dan belatih secara mandiri dengan menggunakan UKBM. Kemampuan UKBM dalam memfasilitasi belajar mandiri siswa jika diprosentasekan adalah sebesar 50% s/d 60%.

Teknis penilaian UKBM yang dilakukan di Kelas X IPS 1, untuk mengukur keceptan belajar siswa guru melihat dari seberapa cepat siswa dapat menyelesaikan satu UKBM dan mengajukan ulangan harian. Siswa yang sudah menyelesaikan UKBM terlebih dahulu dapat mengajukan ulangan harian, apabila masih ada perbaikan maka dapat melakukan remedial, setelah tuntas siswa dapat melanjutkan ke UKBM selanjutnya. Dari proses tersebut guru dapat menilai kecepatan belajar masing-masing siswa di Kelas X IPS 1, siswa dengan kecepatan belajar rata-rata akan menyelesaikan UKBM dengan waktu/durasi yang sudah ditentukan, dan siswa dengan keepatan belajar di atas rata-rata akan mampu menyelesaikan UKBM dengan waktu/durasi yang lebih cepat dari waktu/durasi yang sudah ditentukan, serta sebaliknya siswa dengan kecepatan belajar di bawah rata-rata akan menyelesaikan UKBM dengan waktu/durasi yang lebih cenderung lebih lambat dari waktu/durasi yang sudah ditentukan. Sedangkan penilaian penguasaan materi/kompetensi belajar siswa Kelas X IPS 1 dilakukan guru dengan pembobotan. Setiap tugas yang sudah diselesaikan oleh siswa selanjutnya akan dikoreksi oleh guru dengan melihat benar atau tidaknya jawaban setelah disesuaikan dengan kunci jawaban yang ada, dan untuk masing-masing jawaban benar dan/atau salah akan diberi nilai sesuai bobot yang sudah ditetapkan.

Dilihat dari teknis penggunaan atau pelaksanaan UKBM, siswa belajar bersamaan, mendengarkan instruksi secara bersamaan, mengerjakan tugas secara bersamaan, dan mengikuti ulangan harian secara bersamaan menjadikan suasana pembelajaran masih (cenderung) sama dengan suasana pembelajaran pola klasikal. Hal tersebut sebagai akibat dari siswa yang mayoritas memiliki kemampuan akademik dan kecepatan belajar yang sama, yaitu sebanyak 31 siswa dari 36 siswa di Kelas  X IPS 1 memiliki kemampuan akademik dan kecepatan belajar rata-rata.

 

Evaluasi Program Improvement

Evaluasi program improvement dalam penelitian ini berkaitan dengan faktor-faktor penunjang dan penghambat penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1. Faktor keaktifan siswa dalam proses pembelajaran SKS dapat menjadi pendorong sekaligus penghambat penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1, sebab dalam pembelajaran SKS siswa dituntut untuk berperan secara aktif baik untuk membaca maupun berlatih secara mandiri. Selain itu, faktor penunjang dalam peggunaan UKBM antara lain Buku Teks Pelajaran (BTP), dan sumber belajar lain seperti internet, selain itu diskusi kelas dan diskusi dengan guru mata pelajaran. Faktor yang menghambat dalam menggunakan UKBM pada masing-masing siswa hampir sama, antara lain siswa kesulitan memahami instruksi yang ada pada UKBM, kesulitan memahami materi dan mengerjakan kegiatan belajar yang ada pada UKBM, dan keterbatasan waktu mengerjakan UKBM.

 

Evaluasi Program Certivication

Evaluasi program certivication berkaitan dengan kemampuan UKBM dalam memfasilitasi kemampuan akademik dan kecepatan belajar siswa Kelas X IPS 1 yang beragam. Dengan UKBM siswa Kelas X IPS 1 sudah dapat belajar sesuai kecepatan belajar masing-masing, dilihat dari bagaimana kecenderungan siswa membaca dan berlatih guna menyelesaikan kegiatan belajar dalam UKBM. Siswa yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata akan memiliki kecenderungan untuk mengerjakan dan menyelesaikan UKBM lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang memiliki kecepatan belajar rata-rata, dan siswa yang memiliki kecepatan belajar rata-rata akan memiliki kecenderungan untuk mengerjakan dan menyelesaikan UKBM lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang memiliki kecepatan belajar di bawah rata-rata. Keempat informan siswa dengan kecepatan belajar yang beragam rupanya juga memaparkan hal serupa, dimana masing-masing mengungkapkan bahwa dengan UKBM mereka sudah dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing.

Penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Malang sudah dapat dikatakan efektif, terlihat dari bagaimana UKBM dapat membantu siswa dengan kemampuan akademik dan kecepatan belajar yang beragam untuk belajar secara mandiri dan mencapai kompetensi sesuai dengan kemampuan akademik dan kecepatan belajarnya masing-masing.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan dari temuan penelitian dan pembahsan, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, didasarkan hasil evaluasi system assessment. Guru mata pelajaran Ekonomi Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Malang, Ibu Sugiarti sudah sepenuhnya memenuhi kesiapan sebagai fasilitator dan pengorganisasi belajar siswa, penopang kajian, pembangun karakter siswa, serta penyedia/sumber belajar siswa dalam pembelajaran pola SKS dengan UKBM sebagai bahan ajar pendukung.

Kedua, didasarkan hasil evaluasi program planning. UKBM yang digunakan di Kelas X IPS 1 sudah memenuhi komponen utama berupa BTP, rincian KD, dan alat evaluasi diri. Diketahui juga pada saat sekarang ini guru belum sepenuhnya melaksanakan perencanaan, penyusunan dan pengembangan UKBM secara mandiri.

Ketiga, didasarkan evaluasi progran implementation siswa cenderung termotivasi untuk membaca dan berlatih secara mandiri, dan secara keseluruhan kemampuan UKBM dalam memfasiltasi belajar mandiri siswa Kelas X IPS 1 sebesar 50% s/d 60% dilihat dari kecenderungan siswa selama menggunakan UKBM. Terkait teknis penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1, siswa cenderung belajar bersamaan, mendengarkan instruksi secara bersamaan, mengerjakan tugas secara bersamaan, dan mengikuti ulangan harian secara bersamaan menjadikan suasana pembelajaran masih (cenderung) sama dengan suasana pembelajaran pola klasikal.

Keempat, didasarkan evaluasi program improvement. Bagi guru sama halnya dengan faktor pendorong, faktor penghambat penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1 adalah kekooperatifan siswa. Bentuk ketidak-kooperatifan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan UKBM antara lain, malas-malasan (dalam artian siswa yang kurang aktif dalam rangka belajar mandiri) dan terlalu mengandalkan internet untuk memperoleh informasi terkait pembelajaran dengan alasan lebih mudah dan cepat. Sedangkan bagi siswa internet menjadi salah satu faktor pendorong dalam penggunaan UKBM, selain BTP dan diskusi dengan guru. Faktor penghambat bagi siswa antara lain, kesulitan memahami instruksi yang ada pada UKBM, kesulitan memahami materi dan mengerjakan kegiatan belajar yang ada pada UKBM, serta keterbatasan waktu mengerjakan UKBM.

Kelima, didasarkan evaluasi program certification. Penggunaan UKBM di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Malang sudah dapat dikatakan efektif, jika dilihat dari bagaimana UKBM dapat membantu siswa dengan kemampuan akademik dan kecepatan belajar yang beragam untuk belajar secara mandiri dan mencapai kompetensi sesuai dengan kemampuan akademik dan kecepatan belajar masing-masing.

 

Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat diberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi Guru Ekonomi Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Malang, Ibu Sugiarti

Merujuk pada hasil penelitian yang diperoleh peneliti, diharapkan agar kedepannya Ibu Sugiarti dapat melakasanakan keseluruhan proses mulai dari perencanaan, penyusunan dan pengembangan UKBM secara mandiri. Dan untuk kedepannya agar dipertahankan keefektifan penggunaan UKBM dalam membantu dan memfasilitasi siswa dalam rangka belajar dan berlatih secara mandiri sesuai kemampuan akademik dan kecepatan belajar masing-masing.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis efektifitas penggunaan UKBM dengan fokus yang berbeda, seperti: studi kelayakan penggunaan UKBM pada proses pembelajaran, studi perbandingan pengguna-an UKBM dengan bahan ajar yang sejenis, dan/atau penelitian evaluasi penggunaan UKBM dengan menggunakan model analisis yang berbeda dengan tujuan untuk menambah sumber atau referensi terkait dengan UKBM terutama implementasi atau penggunaannya dalam pembelajaran dengan pola SKS.

 

DAFTAR RUJUKAN

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2017. Panduan Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). Jakarta: Kemendikbud RI.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2017. Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Kemendikbud RI.

Divayana, Dewa Gede Hendra. 2017. Evaluasi Pemanfaatan E-Learning Menggunakan Model CSE-UCLA. Cakrawala Pendidikan, (Online), XXXVI (2): 280-289, (https://journal.uny.ac.id/), diakses 14 November 2018.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester. Badan Standar Nasional Pendidikan. (Online), (http://bsnp-indonesia.org/2017/09/ permendikbud-nomor-158-tahun-2014/), diakses 17 Oktober 2018.

Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SMA-MA. Badan Standar Nasional Pendidikan. (Online), (http://bsnp-indonesia.org/2013/06/20/ permendikbud- tentang-kurikulum-tahun-2013/), diakses 17 Oktober 2018.

Ramadhan, Eka Bima. 2018. Analisis Penerapan UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri) Mata Pelajaran Ekonomi di Kelas X IPS SMA Negeri 9 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Pps UM.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Universitas Negeri Malang. 2018. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi Kelima. Malang: Universitas Negeri Malang.

Universitas Negeri Malang. 2018. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi 2018. Malang: Universitas Negeri Malang.