SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Tanaman Kelor Dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Bogo

Sabila Arina

Abstrak


RINGKASAN

Sabila, Arina. 2019. Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Tanaman Kelor dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Bogo. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Agus Sumanto, SE., M.SA.

Kata kunci: Nilai Tambah, Proses Produksi, Tanaman Kelor

Ekonomi perdesaan adalah kegiatan ekonomi dasar dalam pembentukan pembangunan di suatu daerah. Sehubungan dengan pengembangan daerah perdesaan, Kabupaten Bojonegoro adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang mengejar pembangunan perdesaan. Pada tahun 2018, Desa Bogo ditetapkan menjadi pusat pertanian tanaman kelor melalui Peraturan Bupati Bojonegoro No. 33 Tahun 2018. Dalam upaya untuk memaksimalkan hasil tanaman kelor, masyarakat Desa Bogo melalui Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki mulai mengolah tanaman kelor menjadi berbagai produk, termasuk teh kelor, teh kelor, bubuk kelor dan biji kelor kering.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran nilai tambah yang diterima dari pengolahan tanaman kelor pada masing-masing produk dan mengetahui produk yang memiliki kontribusi paling tinggi dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat Desa Bogo.Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Bogo tepatnya di lokasi pengolahan tanaman kelor yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki. Pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai tambah metode Hayami.

Berdasarkan analisis nilai tambah dari 4 produk kelor yang diolah, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

1) Teh kelor menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 95.819,64 untuk setiap kilogram daun kelor;

2) Teh diseduh kelor menghasilkan Rp. 38.262,63 untuk setiap kilogram daun kelor;

3) Serbuk kelor menghasilkan 18.126,63 untuk setiap kilogram daun kelor;

4) Biji kelor menghasilkan Rp. 236.834,73 untuk setiap kilogram biji kelor kering.Dengan meningkatnya kegiatan produksi tanaman kelor olahan, permintaan tenaga kerja akan meningkat. Selain itu, dengan meningkatkan peran masyarakat dalam membudidayakan tanaman kelor, kebutuhan bahan baku untuk produk olahan kelor dapat terpenuhi.

Produk yang memiliki kontribusi tertinggi adalah teh kelor, hal ini karena dalam kegiatan produksi teh celup kelor tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak, sehingga penyerapan tenaga kerja dari teh celup kelor lebih tinggi. Produk teh celup kelor juga merupakan produk dengan permintaan tertinggi sehingga intensitas produksinya lebih sering dibandingkan dengan produk lain.